BeritaTrending

“Rakyat Butuh Bukti, Bukan Alasan,” Pesan Tegas Bupati Polman kepada Pejabat Eselon II

×

“Rakyat Butuh Bukti, Bukan Alasan,” Pesan Tegas Bupati Polman kepada Pejabat Eselon II

Sebarkan artikel ini

POLMAN, SULBARTODAY — Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, menegaskan bahwa jabatan dalam pemerintahan merupakan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, bukan sekadar hadiah atau hak pribadi.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin Rapat Koordinasi Pejabat Eselon II di Ruang Pola Kantor Bupati Polewali Mandar, Senin (19/01/2026).

Iklan Sulbar Today

Dalam arahannya, Bupati Samsul Mahmud menyampaikan enam poin utama yang menjadi pedoman kerja bagi seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke depan.
Pada poin pertama, Bupati menekankan pentingnya menjaga amanah dan tanggung jawab jabatan.

Ia mengingatkan bahwa setiap jabatan melekat tanggung jawab besar kepada masyarakat Polewali Mandar. Integritas, moralitas, dan etika birokrasi disebut sebagai harga mati dalam menjalankan roda pemerintahan.

Poin kedua berkaitan dengan kecepatan dan ketepatan kerja (speed & accuracy). Bupati meminta para pejabat yang baru dilantik untuk segera “gas pol” tanpa menunggu waktu adaptasi yang panjang. Setiap OPD diminta segera memetakan persoalan di instansi masing-masing serta menjalankan program yang terukur dengan indikator kinerja utama (KPI) yang jelas. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan menghapus ego sektoral dalam birokrasi.

Selanjutnya, pada poin ketiga, Bupati mendorong tumbuhnya budaya inovasi dan kreativitas di lingkungan OPD. Setiap OPD ditargetkan mampu melahirkan minimal satu inovasi unggulan dalam setahun guna mempermudah pelayanan publik. Digitalisasi pelayanan dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi langkah penting menuju terwujudnya Smart Government yang transparan dan efisien, tanpa harus selalu bergantung pada anggaran besar.

Pada poin keempat, Bupati menekankan akuntabilitas dan pengawasan kinerja. Setiap pejabat Eselon II diminta bertanggung jawab penuh atas kinerja di bawah komandonya dan tidak melemparkan kesalahan kepada staf. Evaluasi kinerja akan dilakukan secara ketat setiap triwulan bersama Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah, dengan penerapan sistem reward and punishment sesuai aturan kepegawaian.

Poin kelima diarahkan pada fokus kesejahteraan masyarakat. Bupati meminta pejabat tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi aktif turun ke lapangan untuk melihat kondisi riil masyarakat. Isu strategis seperti penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta pertumbuhan ekonomi lokal menjadi prioritas utama.

Pada poin keenam sekaligus penegasan penutup, Bupati kembali mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah dan ladang ibadah. Menurutnya, semua jabatan pada dasarnya sama dan strategis, bergantung pada bagaimana seseorang menahkodai dan menjalankannya. Ia mengajak seluruh pejabat untuk bekerja tanpa banyak mengeluh, dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Menutup arahannya, Bupati H. Samsul Mahmud menyampaikan pesan tegas kepada seluruh jajaran.

“Rakyat tidak butuh alasan, rakyat butuh bukti. Saya ingin melihat perubahan nyata dalam 100 hari kerja Bapak dan Ibu sekalian. Bismillahirrahmanirrahim, mari kita jadikan Polewali Mandar lebih maju dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *