BeritaTrending

15 Siswa Sempat Mendapat Penanganan Medis, Dokter Puskesmas Binuang Pastikan Kondisi Siswa Sudah Membaik “Tidak Ada Yang Dirawat Inap”

×

15 Siswa Sempat Mendapat Penanganan Medis, Dokter Puskesmas Binuang Pastikan Kondisi Siswa Sudah Membaik “Tidak Ada Yang Dirawat Inap”

Sebarkan artikel ini

POLMAN, SULBARTODAY – Sebanyak 15 siswa SDN 010 Paku, Kecamatan Binuang, sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Binuang setelah mengalami keluhan kesehatan pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Dokter umum Puskesmas Binuang, dr. Rahmi, menjelaskan para siswa datang dengan keluhan mual, nyeri perut melilit, dan sakit kepala. Para siswa mulai masuk ke Puskesmas sekitar pukul 09.13 WITA untuk mendapatkan penanganan medis.

“Jadi anak-anak keadaannya sudah membaik. Beberapa yang sempat dipasangkan infus dan direncanakan dirawat inap, ternyata kondisinya membaik dan sudah dipulangkan semuanya sekitar pukul 14.00 WITA,” ujar dr. Rahmi.

dr. Rahmi Dokter Umum Puskesmas Binuang

Ia menjelaskan, sebagian pasien sudah diperbolehkan pulang lebih awal sekitar pukul 12.00 WITA karena kondisi kesehatan mereka menunjukkan perkembangan positif. Sementara siswa yang sempat direncanakan menjalani perawatan inap juga akhirnya dipulangkan setelah kondisinya stabil.

Abdul Azis, SKM, M.Kes Kepala Puskesmas Binuang

Kepala Puskesmas Binuang, Abd. Azis, SKM., M.Kes, mengonfirmasi jumlah siswa yang mendapatkan perawatan sebanyak 15 orang. Dari jumlah tersebut, sepuluh siswa hanya menjalani penanganan medis ringan karena kondisi mereka cepat membaik.

Terkait dugaan penyebab kejadian tersebut, pihak Puskesmas bersama tim terkait telah mengambil sampel makanan dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Paku. Sampel yang diambil meliputi susu, telur, buah anggur, roti, serta jenis makanan lainnya.

“Hasil pengecekan awal, masa kedaluwarsa susu yang diperiksa masih dalam kondisi aman dan belum melewati batas konsumsi,” tambah Abd. Azis.

Selain itu, hasil pemeriksaan sanitasi dan pengelolaan makanan di dapur MBG juga dinilai memenuhi standar keamanan. Sistem pengelolaan sampah di lokasi tersebut hasil peninjauan kami beberapa waktu lalu sudah dipisahkan antara sampah basah dan kering.

Di SDN 010 Paku sendiri tercatat sebanyak 97 siswa menjadi penerima program MBG. Guru SDN 010 Paku, Hadrah, mengungkapkan kejadian serupa baru pertama kali terjadi sejak sekolah tersebut menerima program MBG.

“Selama menerima program MBG, baru kali ini terjadi kejadian seperti ini,” ungkapnya.

Baharuddin Ketua LSM LIMBAS

Sementara itu, Ketua LSM LIMBAS, Baharuddin, menilai kejadian tersebut perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut. Ia menyebut pada hari yang sama terdapat distribusi lebih dari 3.000 paket makanan MBG dari dapur yang sama ke berbagai sekolah, namun dugaan gangguan kesehatan hanya terjadi di SDN 010 Paku.

“Hal ini perlu diselidiki oleh pihak berwenang. Karena ada sekolah lain, termasuk tingkat TK, yang menerima makanan yang sama namun tidak mengalami keluhan kesehatan,” ujar Uwa sapaan Baharuddin saat dikonfirmasi, Minggu (15/2/26).

Ia menegaskan dugaan ada indikasi lain dan berharap pihak terkait dapat melakukan investigasi kesekolah SDN 010 Paku. untuk lebih mendalami dan mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *