BeritaTrending

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Polman, Ratih Megasari Singkarru Soroti Ancaman Ideologi di Era Digital

×

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Polman, Ratih Megasari Singkarru Soroti Ancaman Ideologi di Era Digital

Sebarkan artikel ini

POLMAN, SULBARTODAY — Anggota Komisi X DPR RI, Ratih Megasari Singkarru, kembali mengajak masyarakat, khususnya warga Kabupaten Polewali Mandar, untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Polewali Mandar, Minggu siang (8/2/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman masyarakat mengenai Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Iklan Sulbar Today

Dalam sambutannya, Ratih Megasari Singkarru menegaskan bahwa tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara di era saat ini semakin kompleks, seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi.

“Ancaman terhadap ideologi dan persatuan bangsa kini tidak lagi bersifat konvensional, tetapi juga hadir melalui ruang-ruang digital yang rawan disinformasi, ujaran kebencian, hingga penyebaran paham radikalisme. Karena itu, nilai-nilai Empat Pilar harus ditanamkan tidak hanya dalam pemikiran, tetapi juga diwujudkan dalam praktik sosial sehari-hari,” ujarnya.

Pada sesi awal, peserta diajak untuk merefleksikan kembali Pancasila sebagai nilai pemersatu bangsa sekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat yang semakin majemuk.

Diskusi juga mengarah pada penerapan nilai-nilai Pancasila dalam konteks kehidupan lokal, seperti pentingnya toleransi antarumat beragama serta upaya mewujudkan keadilan sosial di lingkungan sekitar.

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan hukum tertinggi negara yang menjamin hak-hak warga negara. Ratih menekankan pentingnya menjaga konstitusi dari kepentingan sempit serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam proses demokrasi yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Bhinneka Tunggal Ika menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian khusus dalam diskusi. Peserta diajak memahami pentingnya menjaga kohesi sosial di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama dengan membangun ruang-ruang interaksi lintas identitas guna memperkuat solidaritas dan saling pengertian antarwarga.

Pada sesi terakhir, NKRI kembali ditegaskan sebagai kesepakatan final bangsa Indonesia. Melalui penjelasan yang mengaitkan sejarah dan tantangan kekinian, peserta diingatkan bahwa menjaga keutuhan NKRI merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif dan dinamis. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan serta pandangan yang disampaikan terkait tantangan kebangsaan, khususnya potensi perpecahan sosial di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini, diharapkan nilai-nilai kebangsaan semakin mengakar di tengah masyarakat Polewali Mandar dan menjadi fondasi kuat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial serta ideologis di era digital saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *