MAJENE, SULBARTODAY – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin, Andreas Parhusup dan An Naura Ermana Dwi Putri, melaksanakan program kerja individu dengan konteks “Mahasiswa KKN Hadirkan Digitalisasi Publik melalui Pemetaan Daerah Kerawanan Tsunami dan Pengembangan Website Desa” pada Senin, 03 Agustus 2026, di Desa Bababulo Utara pada Senin, 03 Agustus 2026, di Desa Bababulo Utara.
Kegiatan Program Kerja “Mahasiswa KKN Hadirkan Digitalisasi Publik melalui Pemetaan Daerah Kerawanan Tsunami dan Pengembangan Website Desa” ini dihadiri oleh Kepala Desa beserta jajarannya.
Selain menjadi sarana sosialisasi program, kegiatan ini juga dikemas secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab sehingga peserta dapat memahami manfaat pemetaan digital dan pengembangan website desa dalam mendukung pelayanan publik, penyebaran informasi, serta pengelolaan data desa yang lebih efektif, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Selanjutnya, Naura memaparkan program kerja yang berfokus pada pengembangan website Desa Bababulo Utara. Dalam pemaparannya, Naura menjelaskan bahwa website desa dirancang sebagai media informasi dan pelayanan publik yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai informasi mengenai profil desa, potensi, kegiatan, layanan pemerintahan, hingga informasi kebencanaan secara cepat, mudah, dan transparan.
Setelah itu, Andreas melanjutkan pemaparan mengenai program kerja pemetaan daerah kerawanan tsunami Desa Bababulo Utara. Andreas menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyusun peta kerawanan tsunami sebagai media visual yang memberikan informasi mengenai wilayah yang berpotensi terdampak bencana. Melalui peta tersebut, masyarakat dan pemerintah desa diharapkan dapat lebih memahami tingkat kerawanan di setiap wilayah sehingga dapat mendukung upaya mitigasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta menjadi acuan dalam perencanaan penanggulangan bencana di Desa Bababulo Utara.
Melalui pelaksanaan program kerja tersebut, Naura berharap pengembangan website Desa Bababulo Utara dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi desa secara cepat, mudah, dan transparan.
Sementara itu, Andreas berharap penyusunan peta daerah kerawanan tsunami dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi risiko bencana di wilayahnya, sehingga mampu mendorong kesiapsiagaan, memperkuat upaya mitigasi, dan menjadi acuan bagi pemerintah desa dalam perencanaan penanggulangan bencana di Desa Bababulo Utara. (*)





