SULBARTODAY.COM – Sulawesi Barat kehilangan salah satu ulama dan tokoh publiknya. Annangguru KH Muhammad Syibli Sahabuddin berpulang ke rahmatullah pada pukul 21.45 Wita di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar.
Kabar wafatnya almarhum menyebar luas melalui pesan berantai dan media sosial. “Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Insya Allah husnul khatimah, Aamiin Yaa Rabbal Alamin,” demikian bunyi pesan duka yang diterima redaksi.
Almarhum lahir di Polewali pada 20 Agustus 1968. Ia menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Modern IMMIM Makassar dan MAN 1 Makassar, lalu melanjutkan ke International Islamic University Islamabad, Pakistan. Gelar sarjana hingga pascasarjana ia selesaikan di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Di dunia pendidikan, almarhum pernah memimpin Universitas Al Asyariah Mandar sebagai rektor pada 2005–2009. Setelah itu, ia dua periode menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari daerah pemilihan Sulawesi Barat, yakni 2009–2014 dan 2014–2019.
Di organisasi, almarhum pernah memimpin Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Barat. Ia juga terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulbar pada 2017. Pada Pilkada 2024, almarhum maju sebagai calon Bupati Polewali Mandar berpasangan dengan Zainal Abidin.
Selain berkiprah di pemerintahan dan politik, almarhum dikenal sebagai mursyid tarekat Qodiriyah. Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan peran tasawuf dalam membentuk akhlak dan menjawab persoalan sosial. Ia juga menaruh perhatian pada pengembangan pesantren, antara lain saat meletakkan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Isyaratul Mustafa di Majene pada 2020. Almarhum juga tercatat sebagai bagian dari keluarga besar Annangguru Prof. Dr. KH Sahabuddin, ulama tasawuf yang dimakamkan di Majene.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari pihak keluarga mengenai penyebab wafat maupun jadwal pemakaman. Informasi lanjutan akan disampaikan setelah ada konfirmasi.
Atas kepergian almarhum, masyarakat dan para santri diimbau memanjatkan doa agar segala amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.





