BeritaTrending

Desa Kuajang Lemo Masuk Nominasi Festival Film Desa 2025

×

Desa Kuajang Lemo Masuk Nominasi Festival Film Desa 2025

Sebarkan artikel ini

POLMAN, SULBARTODAY – Desa Kuajang Lemo kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Melalui karya film pendek berjudul “PEOPLE”, desa yang terletak di Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, ini berhasil masuk dalam daftar lima finalis nominasi Festival Film Desa Tahun 2025.

Film “PEOPLE” terpilih setelah melalui proses kurasi ketat dari ratusan film desa yang dikirim dari seluruh pelosok Indonesia. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa desa-desa di Polewali Mandar tidak hanya kaya sumber daya alam dan budaya, tetapi juga memiliki talenta kreatif yang layak bersaing di panggung nasional.
Festival Film Desa digelar sebagai bagian dari rangkaian Peringatan Hari Desa Nasional 2026 oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI. Ajang ini menjadi medium apresiasi serta ruang ekspresi untuk menampilkan narasi kehidupan desa melalui perspektif kreator lokal.

Iklan Sulbar Today

Film “PEOPLE” digarap oleh sutradara muda asal desa, Fajrin Masher, sosok yang dikenal memiliki gairah mendalam terhadap dunia sinema. Minatnya terhadap film bukan sekadar apresiasi, melainkan perjalanan personal yang dibangun melalui pengalaman dan penghayatan mendalam terhadap medium cerita visual.

Menurut Fajrin, film adalah jembatan empati yang menghubungkan dua dunia: apa yang dirasakan karakter dan apa yang diterima penonton. Ia meyakini bahwa tugas seorang pembuat film adalah memastikan jembatan itu kokoh, tulus, dan menyentuh nurani.

Selain memperkenalkan filmnya, Fajrin juga menegaskan pentingnya keberlanjutan platform kreativitas desa.

“Saya ingin cerita-cerita lokalitas di desa-desa akan terus berlanjut, dan perhatian Kementerian Desa serta ekonomi kreatif sudah terbuka lebar. Dengan koneksi ini, kiranya membuka peluang kita sebagai pemuda desa bisa terus ikut atau bahkan menjadi tuan rumah peringatan Hari Desa tahun 2027 mendatang,” ujar Fajrin Masher, sutradara film “PEOPLE”.
Dalam daftar nominasi, film “PEOPLE” bersaing bersama:

• UPDATE STATUS
• PANCA WALUYA
• NEGERI GERABAH KAMPUNG ABAR
• MIJIL

Kelima film dipilih karena mampu menampilkan kisah desa yang jujur, kreatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari melalui narasi visual yang kuat dan autentik.

Prestasi ini mendapatkan apresiasi luas, termasuk dari pemerhati seni visual dan komunitas kreatif nasional. Tokoh hiburan muda Rafi Ahmad turut menyampaikan dukungan melalui pesan terbuka:

“Selamat atas pencapaiannya, semangat terus, jangan pernah menyerah terus memajukan seni. Salam buat semua yang ada di Desa Kuajang.”

Masuknya Desa Kuajang Lemo sebagai finalis bukan sekadar kemenangan film, melainkan kemenangan identitas budaya dan kreativitas desa. Karya ini menjadi bukti bahwa desa mampu menjadi pusat inovasi serta produksi gagasan melalui medium sinema dan ekspresi visual.

Dengan pencapaian ini, masyarakat berharap semakin banyak pemuda desa yang berani berkarya dan menyuarakan cerita lokal, sekaligus membuka peluang bagi Polewali Mandar menjadi tuan rumah kegiatan skala nasional di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *