MAMUJU, SULBARTODAY – Desa Kuajang Lemo kembali menorehkan prestasi penting di tingkat provinsi dan nasional. Setelah film pendek “PEOPLE” masuk sebagai lima finalis Festival Film Desa 2025.
Desa yang berada di Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar ini menerima penghargaan resmi pada Upacara Hari Desa Nasional 2026 Tingkat Provinsi Sulawesi Barat.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam upacara khidmat di Lapangan Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 19 Januari 2026.
Kegiatan ini merupakan rangkaian Peringatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) 2026, berdasarkan keputusan Presiden tentang Hari Desa serta surat edaran Kementerian Dalam Negeri.
Upacara tersebut dihadiri oleh perangkat daerah, pemerintah kabupaten, serta ratusan aparatur desa dari seluruh Sulawesi Barat.
Penghargaan diberikan kepada Desa Kuajang Lemo atas kontribusinya dalam pengembangan kreativitas desa dan keberhasilan karya film “PEOPLE”, yang sebelumnya mendapatkan pengakuan nasional dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI.
Dalam upacara itu, penghargaan diterima oleh Sekretaris Desa Kuajang Lemo, Sayaharuddin yang akrab disapa Pua Kaso, yang hadir mewakili Pemerintah Desa Kuajang Lemo.
Sutradara film “PEOPLE”, Fajrin Masher, menyampaikan rasa bangga atas penghargaan yang diterima Desa Kuajang Lemo, meskipun dirinya tidak dapat hadir secara langsung karena sedang berada di Jakarta. Pernyataan tersebut disampaikan melalui Sekretaris Desa Kuajang Lemo.
Fajrin menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak hanya ditujukan bagi film “PEOPLE”, melainkan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Desa Kuajang Lemo. Ia menilai apresiasi tersebut sebagai pengakuan penting terhadap cerita lokal yang lahir dari desa.
“Saya sangat bangga. Penghargaan ini bukan hanya untuk film ‘PEOPLE’, tetapi untuk seluruh warga Desa Kuajang Lemo. Ini adalah pengakuan penting bagi cerita lokal. Meski tidak bisa hadir, saya bersyukur desa kami mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Sulawesi Barat,” ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan Kepala Desa Kuajang Lemo, H. Muhammad S., yang turut menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadiri langsung seremoni penghargaan tersebut akibat agenda pemerintahan desa yang tidak dapat ditinggalkan. Ucapan tersebut juga disampaikan melalui Sekretaris Desa Kuajang Lemo.
Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Barat serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan penghargaan kepada Desa Kuajang Lemo. Menurutnya, capaian ini menjadi momentum penting bagi tumbuhnya ekonomi kreatif di tingkat desa.
“Penghargaan ini membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi kreatif di desa kami. Ini menjadi motivasi bagi pemerintah desa untuk terus mendukung kreativitas pemuda dan mengembangkan potensi lokal yang dimiliki,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menilai pencapaian Desa Kuajang Lemo sebagai bukti bahwa kreativitas berbasis desa mampu menjadi motor inovasi sekaligus penguat identitas daerah. Penghargaan tersebut semakin memperkokoh posisi Kuajang Lemo sebagai desa kreatif yang terus berkembang.
Melalui capaian ini, Pemerintah Desa Kuajang Lemo berharap momentum positif tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan budaya, pemberdayaan pemuda desa, serta terbangunnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pembangunan Desa Kuajang Lemo dan wilayah Binuang secara berkelanjutan. (*)







