Scroll untuk baca Berita
BeritaTrending

Rakerda Sulbar: Gubernur Tegaskan Pertanian Jadi Fondasi Ekonomi, Bukan Tambang

×

Rakerda Sulbar: Gubernur Tegaskan Pertanian Jadi Fondasi Ekonomi, Bukan Tambang

Sebarkan artikel ini
Banner Polres

 

MAMUJU, SULBARTODAY – Gubernur Sulbar Suhardi Duka memaparkan analisis komprehensif tentang faktor-faktor yang mendorong kemajuan ekonomi Tiongkok, yang kini menjadi kekuatan global dan bahkan dianggap sebagai ancaman ekonomi dunia, termasuk oleh Amerika Serikat. Padahal, pada tahun 1978, Tiongkok tercatat lebih miskin dibandingkan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Suhardi Duka saat Rapat Kerja Daerah (Rakerda) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Selasa, 20 Januari 2025. Rakerda ini menjadi yang pertama kali digelar dengan melibatkan seluruh pemerintah kabupaten se-Provinsi Sulawesi Barat.

Rakerda dipimpin langsung oleh Gubernur Suhardi Duka dan dihadiri para bupati, wakil bupati, sekretaris daerah, serta kepala OPD dari enam kabupaten di Sulbar secara virtual, bersama jajaran tenaga ahli gubernur dan kepala OPD lingkup Pemprov Sulbar.

Dalam pemaparannya, Suhardi Duka membandingkan model pembangunan ekonomi Barat dan Tiongkok. Menurutnya, negara-negara Barat menganut ekonomi pasar murni, di mana peran pemerintah relatif kecil, sementara sektor moneter, fiskal, dan korporasi sangat dominan.

“Amerika Serikat kuat karena moneternya. Hampir seluruh dunia memegang dolar. Kalau kekurangan, mereka tinggal mencetak uang. Tapi konsekuensinya, utang mereka juga sangat besar,” jelasnya.

Berbeda dengan Barat, Tiongkok mengembangkan model ekonomi hibrida, di mana pemerintah memegang peran sentral melalui kebijakan industri yang kuat, pengelolaan BUMN, serta intervensi fiskal dan moneter yang terarah. Pemerintah daerah diberi ruang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meski sistem politik tetap tersentralisasi.

Gubernur Suhardi Duka mengutip filosofi Deng Xiaoping sejak 1978: “Tidak masalah kucing hitam atau putih, yang penting bisa menangkap tikus.” Prinsip tersebut mencerminkan pragmatisme Tiongkok dalam memilih kebijakan ekonomi—baik sosialisme maupun kapitalisme—selama mampu mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan rakyat.

Ia juga menyoroti karakter masyarakat Tiongkok yang mengedepankan pengambilan keputusan kolektif, perencanaan jangka panjang, dan kolaborasi dalam dunia usaha. Budaya tersebut dinilai menjadi fondasi kuat ketahanan ekonomi dan konsistensi pembangunan.

“Tiongkok membangun kolaborasi erat antara pelaku usaha dan pemerintah daerah. Sinkronisasi kebijakan dan aksi lapangan berjalan sangat cepat. Bahkan aturan yang menghambat investasi bisa diubah dalam semalam,” ujarnya.

Selain itu, tingkat budaya menabung masyarakat Tiongkok yang mencapai sekitar 30 persen dari pendapatan juga menjadi faktor penting. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat yang sekitar 5 persen, maupun Indonesia yang berkisar 2,5 persen.

Di sektor pertanian, Suhardi Duka menegaskan bahwa Tiongkok mampu melampaui Indonesia karena alokasi besar pada teknologi dan permodalan. Reformasi pertanian yang terencana membuat sektor ini tumbuh pesat dan menghasilkan produk berdaya saing global.

Berangkat dari pembelajaran tersebut, Gubernur Suhardi Duka mengajak seluruh pemangku kepentingan di Sulawesi Barat menentukan arah pembangunan daerah secara tegas.

“Sulawesi Barat punya dua potensi besar: pertanian dan pertambangan. Tapi kalau kita memilih pertambangan, sumber daya akan terkuras dan risiko lingkungan besar. Kalau kita memilih pertanian, itu berpihak pada rakyat,” tegasnya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa pertanian yang dipilih harus pertanian modern, bukan pertanian tradisional yang justru memelihara kemiskinan.

Strategi yang ditawarkan meliputi peningkatan indeks pertanaman, penguatan pola inti-plasma, hilirisasi industri, pengembangan UMKM modern, serta penciptaan rantai perdagangan dan jasa yang terintegrasi.

“Sebanyak 46 persen PDRB Sulawesi Barat ditopang sektor pertanian. Maka pertanian harus menjadi fondasi ekonomi daerah, diperkuat dengan hilirisasi industri, kawasan ekonomi khusus, dan UMKM sebagai instrumen inklusi ekonomi,” ujar Suhardi Duka.

Ia menegaskan, transformasi pertanian menuju model modern adalah kunci untuk meningkatkan PDRB, menurunkan kemiskinan, dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat yang berkelanjutan dan berkeadilan. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1701

yakinjp

MAUJP

MAUJP

MAUJP

SATGASJITU

SLOT GACOR

SALAMJITU

SATGASJITU

SEMOGAJITU

SALAMJITU

Slot Gacor

MAUJP

Slot Gacor

SLOT GACOR

artikel 000000121

artikel 000000122

artikel 000000123

artikel 000000124

artikel 000000125

artikel 000000126

artikel 000000127

artikel 000000128

artikel 000000129

artikel 000000130

artikel 000000131

artikel 000000132

artikel 000000133

artikel 000000134

artikel 000000135

artikel 000000136

artikel 000000137

artikel 000000138

artikel 000000139

artikel 000000140

artikel 000000141

artikel 000000142

artikel 000000143

artikel 000000144

artikel 000000145

artikel 000000146

artikel 000000147

artikel 000000148

artikel 000000149

artikel 000000150

artikel 000000151

artikel 000000152

artikel 000000153

artikel 000000154

artikel 000000155

artikel 000000156

artikel 000000157

artikel 000000158

artikel 000000159

artikel 000000160

artikel 000000161

artikel 000000162

artikel 000000163

artikel 000000164

artikel 000000165

artikel 000000166

artikel 000000167

artikel 000000168

artikel 000000169

artikel 000000170

artikel 000000171

artikel 000000172

artikel 000000173

artikel 000000174

artikel 000000175

informasi terbaru kabupaten belu 00000056

informasi terbaru kabupaten belu 00000057

informasi terbaru kabupaten belu 00000058

informasi terbaru kabupaten belu 00000059

informasi terbaru kabupaten belu 00000060

informasi terbaru kabupaten belu 00000061

informasi terbaru kabupaten belu 00000062

informasi terbaru kabupaten belu 00000063

informasi terbaru kabupaten belu 00000064

informasi terbaru kabupaten belu 00000065

informasi terbaru kabupaten belu 00000066

informasi terbaru kabupaten belu 00000067

informasi terbaru kabupaten belu 00000068

informasi terbaru kabupaten belu 00000069

informasi terbaru kabupaten belu 00000070

informasi terbaru kabupaten belu 00000071

informasi terbaru kabupaten belu 00000072

informasi terbaru kabupaten belu 00000073

informasi terbaru kabupaten belu 00000074

informasi terbaru kabupaten belu 00000075

informasi terbaru kabupaten belu 00000076

informasi terbaru kabupaten belu 00000077

informasi terbaru kabupaten belu 00000078

informasi terbaru kabupaten belu 00000079

informasi terbaru kabupaten belu 00000080

informasi terbaru kabupaten belu 00000081

informasi terbaru kabupaten belu 00000082

informasi terbaru kabupaten belu 00000083

informasi terbaru kabupaten belu 00000084

informasi terbaru kabupaten belu 00000085

informasi terbaru kabupaten belu 00000086

informasi terbaru kabupaten belu 00000087

informasi terbaru kabupaten belu 00000088

informasi terbaru kabupaten belu 00000089

informasi terbaru kabupaten belu 00000090

informasi terbaru kabupaten belu 00000091

informasi terbaru kabupaten belu 00000092

informasi terbaru kabupaten belu 00000093

informasi terbaru kabupaten belu 00000094

informasi terbaru kabupaten belu 00000095

informasi terbaru kabupaten belu 00000096

informasi terbaru kabupaten belu 00000097

informasi terbaru kabupaten belu 00000098

informasi terbaru kabupaten belu 00000099

informasi terbaru kabupaten belu 00000100

informasi terbaru kabupaten belu 00000101

informasi terbaru kabupaten belu 00000102

informasi terbaru kabupaten belu 00000103

informasi terbaru kabupaten belu 00000104

informasi terbaru kabupaten belu 00000105

informasi terbaru kabupaten belu 00000106

informasi terbaru kabupaten belu 00000107

informasi terbaru kabupaten belu 00000108

informasi terbaru kabupaten belu 00000109

informasi terbaru kabupaten belu 00000110

informasi terbaru kabupaten belu 00000111

informasi terbaru kabupaten belu 00000112

informasi terbaru kabupaten belu 00000113

informasi terbaru kabupaten belu 00000114

informasi terbaru kabupaten belu 00000115

informasi terbaru kabupaten belu 00000116

informasi terbaru kabupaten belu 00000117

informasi terbaru kabupaten belu 00000118

informasi terbaru kabupaten belu 00000119

informasi terbaru kabupaten belu 00000120

informasi terbaru kabupaten belu 00000121

informasi terbaru kabupaten belu 00000122

informasi terbaru kabupaten belu 00000123

informasi terbaru kabupaten belu 00000124

informasi terbaru kabupaten belu 00000125

informasi terbaru kabupaten belu 00000126

informasi terbaru kabupaten belu 00000127

informasi terbaru kabupaten belu 00000128

informasi terbaru kabupaten belu 00000129

informasi terbaru kabupaten belu 00000130

article 48666670361

article 48666670362

article 48666670363

article 48666670364

article 48666670365

article 48666670366

article 48666670367

article 48666670368

article 48666670369

article 48666670370

article 48666670371

article 48666670372

article 48666670373

article 48666670374

article 48666670375

article 48666670376

article 48666670377

article 48666670378

article 48666670379

article 48666670380

article 48666670381

article 48666670382

article 48666670383

article 48666670384

article 48666670385

article 48666670386

article 48666670387

article 48666670388

article 48666670389

article 48666670390

article 48666670391

article 48666670392

article 48666670393

article 48666670394

article 48666670395

article 48666670396

article 48666670397

article 48666670398

article 48666670399

article 48666670400

article 48666670401

article 48666670402

article 48666670403

article 48666670404

article 48666670405

article 48666670406

article 48666670407

article 48666670408

article 48666670409

article 48666670410

article 58666670411

article 58666670412

article 58666670413

article 58666670414

article 58666670415

article 58666670416

article 58666670417

article 58666670418

article 58666670419

article 58666670420

article 58666670421

article 58666670422

article 58666670423

article 58666670424

article 58666670425

article 58666670426

article 58666670427

article 58666670428

article 58666670429

article 58666670430

article 58666670431

article 58666670432

article 58666670433

article 58666670434

article 58666670435

article 58666670436

article 58666670437

article 58666670438

article 58666670439

article 58666670440

article 58666670441

article 58666670442

article 58666670443

article 58666670444

article 58666670445

article 58666670446

article 58666670447

article 58666670448

article 58666670449

article 58666670450

article 58666670451

article 58666670452

article 58666670453

article 58666670454

article 58666670455

article 58666670456

article 58666670457

article 58666670458

article 58666670459

article 58666670460

article 58666670461

article 58666670462

article 58666670463

article 58666670464

article 58666670465

article 58666670466

article 58666670467

article 58666670468

article 58666670469

article 58666670470

article 58666670471

article 58666670472

article 58666670473

article 58666670474

article 58666670475

article 58666670476

article 58666670477

article 58666670478

article 58666670479

article 58666670480

article 58666670481

article 58666670482

article 58666670483

article 58666670484

article 58666670485

article 58666670486

article 58666670487

article 58666670488

article 58666670489

article 58666670490

article 58666670491

article 58666670492

article 58666670493

article 58666670494

article 58666670495

article 58666670496

article 58666670497

article 58666670498

article 58666670499

article 58666670500

article 58666670501

article 58666670502

article 58666670503

article 58666670504

article 58666670505

article 58666670506

article 58666670507

article 58666670508

article 58666670509

article 58666670510

news-1701