BeritaTrending

Stok 33 Ribu Ton Aman, Perum Bulog Pastikan Kebutuhan Beras Polman Terpenuhi Hingga 11 Bulan

×

Stok 33 Ribu Ton Aman, Perum Bulog Pastikan Kebutuhan Beras Polman Terpenuhi Hingga 11 Bulan

Sebarkan artikel ini

POLMAN, SULBARTODAY — Perum Bulog menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui ketersediaan stok beras yang memadai di daerah.

Di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Bulog tercatat mengantongi sekitar 33 ribu ton beras cadangan pemerintah yang siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Iklan Sulbar Today

Jumlah tersebut dipastikan dalam kondisi aman dan diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan hingga kurang lebih 11 bulan ke depan. Ketersediaan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Kepala Cabang Perum Bulog Polman Hadir Alamsyah menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya memastikan stok tetap terjaga serta distribusi berjalan lancar.

“Kami memastikan stok beras cadangan pemerintah di gudang Bulog Polman saat ini mencapai sekitar 33 ribu ton dan dalam kondisi aman. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga kurang lebih 11 bulan ke depan,” ujarnya yang ditemui dikantor nya Selasa 28 April 2026.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras, serta memanfaatkan pasokan yang ada di daerah tanpa harus bergantung pada kiriman dari luar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menggunakan beras dari Polman. Stok kita sangat mencukupi, sehingga tidak perlu bergantung pada pasokan dari luar daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kementan) turut mengapresiasi ketersediaan stok beras tersebut. Menurutnya, kondisi ini mencerminkan sistem ketahanan pangan yang berjalan baik di daerah dan berkontribusi pada stabilitas pangan nasional.

“Ketersediaan stok beras yang mencukupi hingga 11 bulan ke depan menunjukkan ketahanan pangan yang kuat. Ini perlu terus dijaga melalui peningkatan produksi serta distribusi yang efektif,” ujar perwakilan Kementan.

Dengan sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat, diharapkan ketahanan pangan tetap terjaga serta mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi lonjakan permintaan di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *