POLMAN, SULBARTODAY – Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat sinergi dengan instansi Kementerian Perindustrian guna mendorong pertumbuhan industri dan peningkatan daya saing pelaku usaha lokal.
Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja ke dua lembaga strategis Kementerian Perindustrian di Makassar, yakni Balai Diklat Industri Makassar dan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan Mineral Logam dan Maritim pada Selasa (19/5/2026).
Kunjungan dipimpin langsung Kepala Dinas Koperindag Sulawesi Barat, Masriadi Nadi Atjo, didampingi Kepala Bidang Perindustrian, Muh Alif Akbar Rasyid.
Pertemuan tersebut membahas perpanjangan sekaligus penguatan kerja sama strategis dalam mendukung pengembangan industri lokal dan peningkatan kualitas sumber daya pelaku usaha di Sulawesi Barat yang sejalan dengan visi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka.
“Koordinasi ini merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam mengembangkan industri lokal serta mendukung penuh visi Gubernur Sulawesi Barat guna mewujudkan Sulbar yang maju dan sejahtera,” ujar Masriadi di Makassar.
Ia menjelaskan, sinergi dengan BDI Makassar akan difokuskan pada peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui berbagai program pelatihan industri dan pengolahan komoditas unggulan daerah.
Beberapa program prioritas yang disepakati antara lain pelatihan penyelia halal bagi UMKM serta pelatihan teknis pengolahan rumput laut dan kakao sebagai komoditas unggulan Sulawesi Barat.
“Kami ingin memastikan para pelaku usaha di Sulawesi Barat memiliki daya saing tinggi melalui sertifikasi kompetensi dan penguasaan teknologi pengolahan pangan,” tambahnya.
Sementara itu, pembahasan bersama BBIHPMM Makassar menghasilkan komitmen penguatan mutu komoditas ekspor dan industri perkebunan kelapa sawit di Sulawesi Barat.
BBIHPMM juga menyatakan kesiapan membantu proses kalibrasi peralatan laboratorium milik UPTD Balai Pengujian Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Koperindag Sulbar guna memastikan standar mutu tetap sesuai ketentuan nasional maupun internasional.
“Kerja sama kalibrasi ini krusial agar jaminan mutu barang kita tetap akurat dan memenuhi standar nasional maupun global,” kata Muh Alif Akbar Rasyid.
Selain itu, kedua pihak juga membahas fasilitasi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi perusahaan kelapa sawit di Sulawesi Barat sebagai bagian dari penguatan industri berbasis keberlanjutan.
Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya hilirisasi komoditas unggulan daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Barat. (Rls)






