BeritaPolri

Personel Polsek Tinambung Respon Cepat Laporan Nelayan Hilang, Korban Ditemukan Meninggal Dunia Di Perairan Majene

×

Personel Polsek Tinambung Respon Cepat Laporan Nelayan Hilang, Korban Ditemukan Meninggal Dunia Di Perairan Majene

Sebarkan artikel ini

POLMAN SULBARTODAY – Personel Polsek Tinambung bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Desa Tangga Tangga, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (4/6/2026).

 

Korban diketahui bernama Rahman (57), warga Dusun Ga’de, Desa Tangga Tangga, Kecamatan Tinambung, yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan.

 

Kapolsek Tinambung AKP Ramli, S.Sos., M.Si., mengatakan pihaknya menerima informasi sekitar pukul 10.50 WITA mengenai seorang nelayan yang belum kembali dari aktivitas melaut menggunakan perahu kecil bermesin katinting untuk menangkap ikan layur.

 

“Setelah menerima informasi dari masyarakat, kami segera memerintahkan personel piket bersama Bhabinkamtibmas untuk mendatangi lokasi dan melakukan langkah-langkah kepolisian serta berkoordinasi dengan keluarga dan warga dalam proses pencarian korban,” ujar Kapolsek.

Berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat sekitar pukul 10.00 WITA saat masih memancing ikan layur di perairan Desa Tangga Tangga. Ketika korban tak kunjung pulang, pihak keluarga bersama masyarakat melakukan pencarian menggunakan perahu kecil.

 

Dalam pencarian tersebut, perahu milik korban ditemukan dalam keadaan kosong di perairan Desa Tangga Tangga.

 

Tidak lama kemudian, warga memperoleh informasi mengenai penemuan seorang laki-laki tanpa identitas dalam kondisi meninggal dunia di pesisir Pantai Barane, Kabupaten Majene.

 

Pada pukul 15.00 WITA, tim medis dari Puskesmas Tinambung yang melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

 

“Hasil pemeriksaan medis menyimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat tenggelam. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas AKP Ramli.

 

Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi. Sebelum berangkat melaut, korban sempat mengeluhkan pusing dan kondisi badan yang kurang sehat, namun tetap memaksakan diri untuk pergi melaut.

 

Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban dengan menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi.

 

Kapolsek Tinambung mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu mengutamakan keselamatan dan memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan aktivitas di laut.

 

“Kami mengingatkan para nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi kesehatan kurang baik. Keselamatan harus menjadi prioritas utama agar terhindar dari risiko yang dapat membahayakan jiwa,” pungkasnya.

 

 

Humas Polres Polman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *