POLMAN, SULBARTODAY – Kapolres Polewali Mandar, AKBP Anjar Purwoko, mengaku menjagokan Tim Nasional Argentina untuk meraih gelar juara pada ajang Piala Dunia FIFA 2026.
Hal tersebut disampaikan Kapolres saat dimintai tanggapannya terkait tim favorit yang didukung pada perhelatan sepak bola terbesar di dunia yang tahun ini digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Perhelatan Piala Dunia 2026 dijadwalkan mulai bergulir pada 11 Juni 2026. Pertandingan pembuka akan mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City. Laga Grup A tersebut menjadi penanda dimulainya turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia yang untuk pertama kalinya diikuti oleh 48 negara peserta.
“Kalau pilihan saya, jagoan saya tetap Persis. Kalau Piala Dunia tetap Argentina,” ujar AKBP Anjar Purwoko.
Menurutnya, dukungan terhadap Argentina tidak terlepas dari kekagumannya terhadap legenda sepak bola dunia, Diego Maradona. Ia mengaku sejak lama terinspirasi oleh gaya permainan sang ikon sepak bola asal Argentina tersebut.
“Karena dari cara bermainnya, dulu saya terinspirasi dari Maradona,” katanya.
Meski memiliki tim favorit, Kapolres mengingatkan masyarakat agar menjadikan Piala Dunia sebagai sarana hiburan dan ajang olahraga semata, bukan sebagai pemicu perpecahan maupun konflik antarpendukung.
Ia mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah memantau berbagai aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan selama berlangsungnya pertandingan Piala Dunia, termasuk kegiatan nonton bareng hingga konvoi kendaraan usai pertandingan.
“Intinya untuk kegiatan Piala Dunia ini, karena saya sudah monitor, ada aktivitas masyarakat yang pasti menimbulkan kerumunan ataupun konsentrasi massa, termasuk kemungkinan adanya konvoi-konvoi,” ujarnya.
Kapolres mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif selama berlangsungnya kompetisi.
“Sama-sama kita menjaga kondusivitas kamtibmas yang ada. Jangan sampai karena Piala Dunia ini ada perselisihan. Ini hanya ajang olahraga dunia. Silakan berbeda idola atau tim yang dijagokan, tetapi jangan sampai menimbulkan konflik,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, Kapolres juga telah memerintahkan jajaran intelijen dan personel kepolisian untuk melakukan pemantauan di sejumlah titik yang berpotensi menjadi pusat keramaian.
Ia menyebutkan, pengamanan akan difokuskan pada lokasi-lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya massa, dengan penambahan personel pada titik yang dianggap rawan.
“Saya sudah memerintahkan Kasat Intel untuk melakukan monitoring kegiatan. Di daerah-daerah yang rawan atau menjadi tempat berkumpulnya massa nantinya, kami akan melakukan pengamanan dengan intensitas personel yang lebih banyak,” pungkasnya.






