MAJENE, SULBARTODAY – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan pengelola wisata dilakukan melalui sosialisasi pengenalan Psychological First Aid (PFA) bagi Karang Taruna Desa Lalatedzong yang mengelola Wisata Bukit Bao Malle’.
Kegiatan program kerja individu ini dilaksanakan di Sekretariat Karag TarunaDesa Lalatedzong pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Pelaksana program menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berangkat dari kondisi jalur Bukit Bao Malle’ yang cukup terjal dan menanjak sehingga berpotensi menimbulkan situasi seperti pengunjung kelelahan, panik, tersesat, maupun mengalami kecelakaan ringan. Karang Taruna sebagai pengelola wisata berpotensi menjadi pihak pertama yang merespons pengunjung sebelum bantuan lanjutan diperoleh.
Sebelum sosialisasi, pelaksana melakukan need assessment melalui observasi dan wawancara singkat dengan Karang Taruna. Hasilnya digunakan untuk menyusun materi PFA yang disesuaikan dengan kondisi Bukit Bao Malle’. Peserta kemudian mempelajari konsep dasar PFA, reaksi setelah mengalami situasi sulit, serta prinsip Look, Listen, dan Link. Kegiatan juga dilengkapi diskusi dan simulasi kasus yang mungkin terjadi di kawasan
wisata.
“Kegiatan ini menambah pengalaman, seru, dan menambah pengetahuan untuk peserta
kegiatan,” ujar salah satu peserta sosialisasi saat sesi refleksi.
Kegiatan ini juga relevan dengan rencana pelaksanaan trail run yang melewati rute Kantor Desa Lalatedzong, Bukit Bao Malle’, kawasan air terjun, hingga kembali ke puncak.
Melalui sosialisasi ini, Karang Taruna diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk memberikan dukungan psikologis awal sesuai batas peran mereka sebagai pengelola wisata. Sebagai luaran program, pelaksana juga menyerahkan buku saku PFA sebagai panduan praktis bagi Karang Taruna. (*)





