BeritaTrending

Bupati Polman Bekali 162 CPNS Latsar 2026: “ASN Hebat Bukan yang Paling Pintar, Tapi yang Paling Siap Melayani

×

Bupati Polman Bekali 162 CPNS Latsar 2026: “ASN Hebat Bukan yang Paling Pintar, Tapi yang Paling Siap Melayani

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

POLMAN, SULBARTODAY – Bupati Polewali Mandar, H. Syamsul Mahmud, secara resmi membuka sekaligus memberikan pengarahan pada kegiatan Pembekalan Calon Peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II dan III lingkup Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar Tahun Anggaran 2026.

Acara yang berlangsung pada Kamis, 5 Februari 2026 ini, menandai dimulainya perjalanan profesional bagi para abdi negara muda di Polewali Mandar.

Iklan Sulbar Today

Dalam laporannya, Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPSDM) Polman menyampaikan bahwa Latsar tahun ini diikuti oleh 162 peserta yang terdiri dari 143 orang Golongan III dan 19 orang Golongan II.

Program ini bertujuan membentuk karakter ASN yang profesional, berintegritas, kompeten, dan memegang teguh nilai dasar ber-AKHLAK.

Penyelenggaraan Latsar kali ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui BKPP dengan Balai Besar Pengembangan Kompetensi (BBPK) ASN Kemendagri.

Bupati Polman, H. Syamsul Mahmud (Aji Assul), dalam sambutannya menekankan bahwa formasi CPNS kali ini didominasi oleh generasi muda, yakni 42 orang dari generasi milenial dan 105 orang dari Generasi Z.

“Generasi Z adalah generasi yang cerdas, cepat belajar, adaptif, dan melek teknologi. Namun, pintar saja tidak cukup. Saya menitipkan secara khusus kepada para penyelenggara agar anak-anak kami ini tidak hanya diajarkan ilmu, tetapi dibina mentalnya dan dikuatkan integritasnya,” tegas Bupati.

Beliau juga menambahkan pesan mendalam bagi para peserta: *”ASN yang hebat bukan yang paling pintar, tetapi yang paling siap melayani.”*

Visi Polman Sehat, Cerdas, Maju, dan Berwawasan Lingkungan hanya dapat tercapai melalui kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bukan kerja individualis.

Kegiatan Latsar akan dilaksanakan menggunakan metode Blended Learning (campuran), yang menggabungkan pembelajaran mandiri melalui MOOC (Massive Open Online Course), e-learning (sinkronus dan asinkronus), serta pembelajaran klasikal atau tatap muka yang akan dipusatkan di Balai Besar Pengembangan Kompetensi (BBPK) ASN di Paccerakkang, Makassar.

Perwakilan Balai Besar Pengembangan
Kompetensi Aparatur
Pemerintahan IV Makassar, Analis Aparatur Sipil Negara, Andi Massalinring, dalam tinjauan kebijakannya mengingatkan para peserta akan pentingnya integritas selama masa daring.

“Anda akan belajar mandiri tanpa pengawasan langsung melalui Smart Bankom dan Smartjar. Di sinilah integritas Anda diuji. Kedisiplinan adalah harga mati; tiga sesi tidak mengikuti Zoom tanpa alasan jelas akan berujung pada teguran hingga pengembalian ke daerah,” ujarnya.

Sebagai simbol kesiapan, dilakukan penyematan almamater peserta Latsar secara simbolis oleh Bupati dan Sekretaris Daerah kepada perwakilan peserta, salah satunya dari unsur Satpol PP.

Dalam kesempatan yang sama, terungkap komitmen besar BBPK ASN Kemendagri terhadap pengembangan kompetensi ASN di Polman.

Tersedia anggaran khusus sebesar Rp1,5 Miliar dari APBN untuk berbagai diklat teknis seperti pengelolaan keuangan daerah, penataan aset, hingga pengadaan barang dan jasa yang kini wajib tersertifikasi.

Hal ini sejalan dengan penyusunan profil pengembangan kompetensi berbasis talent pool untuk memetakan kebutuhan spesifik di setiap OPD, termasuk Satpol PP dan Pemadam Kebakaran.

Melalui pembekalan ini, Pemkab Polman berharap para CPNS dapat menjalani masa Latsar hingga 22 Mei 2026 dengan disiplin tinggi, termasuk kepatuhan terhadap aturan teknis seperti potongan rambut sebagai bentuk loyalitas dan kesyukuran atas kesempatan menjadi abdi negara dari ribuan pendaftar yang berjuang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *