MAMUJU, SULBARTODAY – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menjadi sorotan setelah sebanyak 14 siswa diduga mengalami keracunan makanan dan harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Tabulahan.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, Pemuda dan Pengembangan (PTKP) HMI Badko Sulawesi Barat menyampaikan keprihatinan sekaligus meminta adanya langkah tegas dari pihak terkait.
HMI Badko Sulbar menilai insiden tersebut perlu segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti para siswa mengalami dugaan keracunan.
Dalam keterangannya, Kabid PTKP HMI Badko Sulbar menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak berwenang.
Pertama, HMI mendesak agar dilakukan evaluasi terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan MBG, termasuk Kepala SPPG, ahli gizi, serta pihak yayasan yang terlibat dalam penyelenggaraan program tersebut.
Kedua, HMI meminta operasional dapur MBG di Tabulahan dihentikan sementara hingga proses evaluasi dan investigasi terhadap kejadian tersebut dinyatakan selesai.
Ketiga, HMI meminta dinas terkait bersama aparat penegak hukum mengusut secara menyeluruh dugaan keracunan tersebut, termasuk memastikan standar kebersihan, keamanan pangan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan kepada para siswa telah sesuai ketentuan.
“Keselamatan dan kesehatan para siswa adalah hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar. Kejadian yang menimpa 14 siswa SMPN 1 Tabulahan ini harus menjadi perhatian serius, terutama dalam pengawasan standar gizi dan keamanan makanan,” ujar Kabid PTKP HMI Badko Sulbar.
Ia menegaskan, pihaknya meminta agar kejadian tersebut tidak berhenti pada penanganan medis terhadap para siswa, tetapi juga diikuti dengan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyelenggaraan MBG di lokasi tersebut.
HMI Badko Sulbar juga menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut hingga ada kejelasan mengenai penyebab kejadian dan langkah konkret dari pihak berwenang.
Menurut HMI, evaluasi menyeluruh diperlukan untuk memastikan program MBG tetap berjalan dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan seluruh siswa sebagai penerima manfaat. (*)





