POLMAN, SULBARTODAY – Hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju terhadap sampel menu makanan dari Dapur MBG Paku dinyatakan negatif.
Pengujian tersebut dilakukan setelah sebelumnya muncul dugaan bahwa makanan yang didistribusikan dari dapur tersebut menjadi sumber gangguan kesehatan yang dialami belasan siswa di SDN 010 Paku.
Hasil uji sampel dari BPOM Mamuju itu telah disampaikan oleh pihak Dinas Kesehatan beberapa waktu lalu. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, sampel makanan tersebut dinyatakan negatif dan tidak mengandung zat kimia berbahaya.
Dikonfirmasi mengenai hasil tersebut, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Polewali Mandar, Firman, membenarkan bahwa hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dari Dapur MBG Paku tidak menemukan kandungan bahan kimia berbahaya.
“Benar, hasil uji laboratorium sampel dari Dapur MBG Paku dinyatakan negatif dari zat kimia berbahaya,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa penghentian operasional dapur MBG tersebut bersifat sementara.
Pihaknya saat ini menyarankan kepada mitra pengelola dapur untuk melengkapi sejumlah dokumen administrasi yang masih belum terpenuhi sebelum kembali beroperasi.
“Untuk sementara kami menyarankan kepada mitra agar melengkapi dulu dokumen administrasi yang belum terpenuhi sebelum dapur kembali beroperasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil uji laboratorium yang dinyatakan negatif tersebut juga akan disampaikan kepada Koordinator Regional (Kareg) Sulawesi Barat untuk diteruskan ke Badan Gizi Nasional di tingkat pusat.
“Nanti dilengkapi dulu dokumen yang perlu dipenuhi. Setelah itu akan dicek kembali apakah memang sudah layak atau tidak. Dari situlah nantinya diputuskan apakah SPPG tersebut bisa beroperasi lebih cepat atau ada perbaikan kembali” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Menurut Firman, berdasarkan pengalaman kasus serupa di beberapa dapur lain, proses pemenuhan administrasi biasanya memerlukan waktu sekitar tiga bulan. Namun demikian, proses tersebut bisa berlangsung lebih cepat tergantung pada kecepatan pengurusan administrasi dari pihak pengelola.
“Kalau pengurusannya cepat, tentu operasional juga bisa lebih cepat dibuka kembali. Kami akan tetap mendampingi agar prosesnya sesuai prosedur,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihak SPPG Polewali Mandar dipastikan mematuhi seluruh tahapan yang dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) guna menjaga keamanan serta kelayakan operasional sebelum dapur kembali melayani.
Sementara itu Saat dikonfirmasi, Jumat (6/3/26) Asisten Lapangan (Aslap) Dapur MBG Paku, Herman, mengungkapkan bahwa sebelum makanan didistribusikan ke SDN 010 Paku, tempat ditemukannya siswa yang mengalami gangguan kesehatan, dirinya sempat melakukan pengecekan langsung di dapur.
“Sekitar pukul dua dini hari saya ke dapur untuk memeriksa kondisi dan seperti biasanya mencicipi sampel makanan sebelum dimasukkan ke ompreng. Saat itu semuanya dalam keadaan baik,” ungkap Herman
Ia mengaku heran karena dari ribuan porsi makanan yang disalurkan ke sejumlah sekolah, bahkan ada ke tingkat PAUD, tapi ironisnya hanya satu sekolah yang dilaporkan mengalami gejala, dan itu pun terjadi pada siswa di kelas tingkat atas.






