SULBARTODAY – Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional yang baru Nanik S Deyang menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Kami menyambut baik langkah pemerintah melakukan pembaruan kepemimpinan di Badan Gizi Nasional. Pergantian ini harus dimaknai sebagai kesempatan untuk memperbaiki berbagai tantangan yang muncul dalam pelaksanaan program, termasuk sejumlah kasus keracunan makanan yang terjadi di berbagai daerah. Salah satu kasus yang menjadi perhatian nasional adalah insiden di Bandung Barat yang menyebabkan sekitar 1.333 siswa terdampak. Selain itu, kasus serupa juga tercatat di beberapa daerah lain sepanjang pelaksanaan program MBG.
Kami menaruh harapan besar kepada kepemimpinan baru agar mampu membangun sistem pengawasan yang lebih ketat, meningkatkan standar keamanan pangan, memperkuat pengendalian kualitas distribusi makanan, serta memastikan seluruh mitra pelaksana bekerja sesuai prosedur yang berlaku.
Program MBG pada dasarnya merupakan gagasan yang baik karena bertujuan memenuhi kebutuhan gizi generasi muda Indonesia. Namun, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari banyaknya penerima manfaat, melainkan juga dari keamanan, kualitas, dan keberlanjutan layanan yang diberikan kepada masyarakat. Setiap kasus keracunan harus menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang kembali dan kepercayaan publik dapat dipulihkan.
“Pergantian Kepemimpinan harus menjadi titik awal perbaikan.
Kesehatan dan keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama diatas segala target dan capaian administratif”
Oleh : Asrul Alqausar A (Ketua Umum PKC PMII SULBAR)






