Scroll untuk baca Berita
BeritaPolri

21 Tahun Sulbar, Waktunya Bergerak Cepat

×

21 Tahun Sulbar, Waktunya Bergerak Cepat

Sebarkan artikel ini
Banner Polres

Oleh: Suhardi Duka

SULBARTODAY – Selalu istimewa di setiap 22 September. Setiap tahunnya, 22 September jadi momentum mengingat kembali, merefleksi sekaligius mengevaluasi langkah kita sebagai komunitas besar. Keluarga besar; Provoinsi Sulawesi Barat.

Tahun 2025 ini, 22 September juga jadi penegasan langkah Sulawesi Barat yang telah tiba di usianya yang ke 21 tahun. Kurang pas untuk menyebutnya masih muda, meski terma dewasa belum juga layak betul. Tapi, apapun itu kita semua pantas untuk bersyukur akan daerah yang diperjuangkan dengan keringat serta air mata oleh para pejuang ini telah sampai di titik sekarang.

Secara umum, saya melihat Sulawesi Barat sudah berada di jalur yang tepat. Buah dari sepantar kebijakan yang dihadirkan oleh para pemimpin terdahulu; dengan segala hormat kepada Anwar Adnan Saleh, Ali Baal Masdar, serta para penjabat kepala daerah yang pernah memimpin jazirah Mandar ini.

Jika telah berada di jalur yang tepat, mestinya Sulawesi Barat di usianya yang sekarang sudah mampu menerabas berbagai persoalan dasar masyarakat. Sayangnya, itu semua belum lah mewujud. Hari ini, kita masih harus berkutat dengan ragam persoalan.

Sedikit cerita tentang yang saya analisa sebelum saya memulai amanah, bersama Pak Salim S Mengga sebagai gubernur dan wakil gubernur di provinsi ke-33 ini. Saat PDRB, angka kemiskinan, penagangguran, serta berbagai indikator lainnya, Sulawesi Barat memang masih diselimuti banyak masalah.

40 Persen PDRB kita ada di sektor pertanian dan perkebunan. Mari membandingkannya dengan Provinsi Bali yang 55 Persen PDRB-nya datang dari sektor pariwisata dan industri, pertanian hanya menyumbang 5 Persen saja.
Lalu tengoklah Provinsi Jawa Barat. Daerah pertanian tapi hanya menyumbang PDRB kurang dari 30 Persen dari sektor itu. Industri manufaktur jadi segmen yang menjadi mayoritas menyumbang PDRB di Provinsi Jawa Barat. Artinya, daerah itu cukup berimbang.

Kita di Sulawesi Barat, sektor pertanian perkebunan menyumbang 40 Persen. Sementara industri hanya sekitar 10 Persen dalam akumulasi PDRB kita. Pertumbuhan ekonomi kita berada di kisaran 4 Persen, di bawah angka perumbuhan ekonomi nasional. Pun dengan angka kemiskinan kita yang juga masih di atas angka kemiskinan nasional, 10-11 Persen.
Angka pengangguran di Sulawesi Barat memang berada di bawah rata-rata nasional. Pengangguran di Sulawesi Barat memang sudah sudah ada di bawah 3 Persen, meski angka itu wajib untuk dipelototi kembali.

74 Persen pekerja kita tersebar di sektor informal. Pekerja yang bergerak di bidang formal ada di angka 26 Persen. Ada berbaga potensi masalah dengan persentase sebaran pekerja masyarakat Sulawesi Barat di atas.

Jika mayoritas masyarakat kita bekerja di sektor informal, ia bisa jadi tak punya asuransi. Masa depan atau tabungan pun bukan tidak mungkin tak jelas. Boleh jadi hal itu berpengaruh pada angka kemiskinan di Sulawesi Barat.

Pengelompokan angka kemiskinan; desil 1 kita ada di angka 1 Persen, itu kemiskinan ekstrem. Kemudian untuk desil 2 dan desil 3, itu yang jumlahnya banyak, ,miskin dan hampir miskin. Desil 4 sudah menengah ke atas, sementara desil 5 dan 6 itu tehitung masih sedikit.

Paparan data itu yang jadi dasar saya dan Pak Salim S Mengga dalam merumuskan arah kebijakan di Sulawesi Barat. Salah satu poin yang kami inisiasi adalah bagaimana berbagi beban dengan masyarakat. Salah satu beban masyarakat itu misalnya di sektor kesehatan.

Jika yang hampir miskin jatuh sakit, secara otomatis ia bakal miskin. Kalau sudah miskin, maka miskin ekstrem lah dia. Itu yang menjadi landasan kami untuk melahirkan kebijakan dengan berbagi beban di sektor kesehatan.

Dengan pihak BPJS, kami melakukan intervensi dengan mengalokasikan anggaran agar seluruh kabupaten masuk dalam kategori UHC (Universal Health Coverage). Memastikan target cakupan kepesertaan jaminan kesehatan itu terpenuhi. Kini, cukup dengan identitas kependudukan, jaminan kesehatan masyarakat yang hendak berobat baik di rumah sakit pemerintahan maupun di rumah sakit swasta dapat terakomodir.

Berangkat dari fakta tentang angka kemiskinan di Sulawesi Barat, saya dan Pak Salim juga melakukan interfensi kepada 5 Ribu kepala keluarga miskin ekstrem untuk tahun 2025 ini. Intervensi yang dimaksud yakni dengan menyalurkan dana senilai Rp 2 Juta per rumah tangga.

Begitu juga dengan upaya perbaikan kualitas SDM bagi masyarakat miskin. Anggaran yang cukup besar juga diarahkan ke perbaikan sistem rekrutmen beasiswa kita. Tak lagi hanya mengakomodir prestasi akademik, atau kepimpinan saja. Program beasiswa yang kami usung juga memberi ruang luas bagi mereka yang tergolong miskin; desil 1 dan desil 2.

Lahirnya kebijakan efisiensi anggaran memang cukup menggoyang berbagai perencanaan pembangunan yang telah kami susun secara runut. Kini, dengan kurang lebih Rp 1,8 Triliun anggaran yang dikelola pemerintah daerah, ada banyak alokasi untuk semakin menguatkan sektor unggulan kita, pertanian dan perkebunan.

Banyak alokasi anggaran ke program padat karya dengan harapan kantong-kantong pertanian, sumber-sumber produksi itu dapat kita terobos. Biaya produksi, biaya logistik dan lain sebagainya dapat diminimalisir oleh para petani kita.

Hari ini, kalau kita lihat data, sektor pertanian kita menunjukkan tren positif. Mulai tumbuh. Berbanding terbalik jika menengok berbagai sektor yang mengalami kontraksi di triwulan pertama dan kedua tahun 2025 ini. Sektor yang mengalami kontraksi besar adalah konstruksi, -37 Persen, lalu -23 Persen sektor pertambangan dan penggalian. Tak ada konstruksi, maka panggalian juga tidak ada. Serta beberapa sektor lain yang juga mengalami kontraksi.

Efisiensi pasca terbitnya Inpres Nomor 1 Tahun 2025 memang berdampak pada pengurangan dana transfer ke daerah hingga 30 Persen. Bagi kami, ini tantangan yang mesti kita jawab bersama. Hari ini dan untuk masa depan Sulawesi Barat yang lebih baik lagi.

Saya yakin betul, proses pembangunan bukan hanya jadi tugas pemerintah saja. Di sana ada peranan vital dari kalangan dunia usaha. Untuk itu, agenda besar yang juga hendak kami dorong adalah menciptakan iklim usaha yang seramah mungkin, salah satunya dengan melakukan reformasi birokrasi di internal pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

Memangkas jumlah OPD dari 42 menjadi 36, jadi upaya untuk menerabas rumitnya rentang birokrasi. Sekaligus jadi ikhtiar untuk roda birokrasi di Sulawesi Barat bisa bergerak lebih cepat. Termasuk mengubah beberapa peraturan daerah dan peraturan gubernur.

Meski disadari, kerja cepat yang kami harapkan belum sesuai dengan ekspektasi. Lajunya masih lambat. Kami menilai, mindset birokrasi kita hari ini belum belum fit dengan kompleksitas tantangan yang mesti dihadapi. Kita di Sulawesi Barat masih bergelut dengan hal itu.

Penempatan pejabat di pos jabatannya masing-masing bukan didasarkan pada prinsip like and dislike. Kita juga melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, kita ingin agar supaya gerak cepat menuju tujuan itu bisa kita wujudkan bersama.

Menurunkan angka kemiskinan 1 Persen tiap tahun memang berat, tapi bukan tak mungkin untuk diwujudkan. Seturut dengan itu, di akhir periode saya dan Pak Salim S Mengga, kami mematok target 8 Persen angka pertumbuhan ekonomi.

Jika 10 Persen angka kemiskinan kita, di akihir masa jabatan kami berdua, persentasenya bisa sampai 5 Persen. Kami optimis, jika eksekusi APBD kita, layanan kita bagus, target itu bisa kita kita penuhi.

Merujuk ke laporan triwulan pertama tahun ini, kami sudah mamlu menekan angka kemiskinan turun sebesar 0,30 Persen. Triwulan kedua turun lagi 0,20 Persen. Artinya sudah turun setengah persen dalam dua triwulan terakhir. Kita tentu berharap, di dua trwilan ke depan angka kemiskinan itu bisa kembali kita turunkan untuk mencapai target 1 Persen pertahunnya.

Akhirnya, di 21 tahun usia Sulawesi Barat, masih banyak pekerjaan yang mesti kita tuntaskan. Bukan urusan yang mudah memang. Di tengah kian beratnya tantangan yang mesti dihadapi, ada semacam optimisme yang lahir untuk Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera di ujung jalan sana, tentu dengan kolaborasi dan sinergi dengan seluruh komponen masyarakat.

Saya dan Pak Salim S Mengga punya komitmen yang kuat dalam menjaga sekaligus merawat segala peninggalan positif yang dilahirkan oleh kepala dearah sebelumnya. Di saat yang sama, memperbaiki hal-hal yang bagi kami belum tepat juga jadi hal yang wajib kami galakkan. Sekaligus mengerahkan segala daya dan upaya kami dalam mewujudkan cita-cita para pejuang pembentukan Provinsi Sulawesi Barat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1701

yakinjp

MAUJP

MAUJP

MAUJP

SATGASJITU

SLOT GACOR

SALAMJITU

SATGASJITU

SEMOGAJITU

SALAMJITU

Slot Gacor

MAUJP

Slot Gacor

SLOT GACOR

artikel 000000121

artikel 000000122

artikel 000000123

artikel 000000124

artikel 000000125

artikel 000000126

artikel 000000127

artikel 000000128

artikel 000000129

artikel 000000130

artikel 000000131

artikel 000000132

artikel 000000133

artikel 000000134

artikel 000000135

artikel 000000136

artikel 000000137

artikel 000000138

artikel 000000139

artikel 000000140

artikel 000000141

artikel 000000142

artikel 000000143

artikel 000000144

artikel 000000145

artikel 000000146

artikel 000000147

artikel 000000148

artikel 000000149

artikel 000000150

artikel 000000151

artikel 000000152

artikel 000000153

artikel 000000154

artikel 000000155

artikel 000000156

artikel 000000157

artikel 000000158

artikel 000000159

artikel 000000160

artikel 000000161

artikel 000000162

artikel 000000163

artikel 000000164

artikel 000000165

artikel 000000166

artikel 000000167

artikel 000000168

artikel 000000169

artikel 000000170

artikel 000000171

artikel 000000172

artikel 000000173

artikel 000000174

artikel 000000175

informasi terbaru kabupaten belu 00000056

informasi terbaru kabupaten belu 00000057

informasi terbaru kabupaten belu 00000058

informasi terbaru kabupaten belu 00000059

informasi terbaru kabupaten belu 00000060

informasi terbaru kabupaten belu 00000061

informasi terbaru kabupaten belu 00000062

informasi terbaru kabupaten belu 00000063

informasi terbaru kabupaten belu 00000064

informasi terbaru kabupaten belu 00000065

informasi terbaru kabupaten belu 00000066

informasi terbaru kabupaten belu 00000067

informasi terbaru kabupaten belu 00000068

informasi terbaru kabupaten belu 00000069

informasi terbaru kabupaten belu 00000070

informasi terbaru kabupaten belu 00000071

informasi terbaru kabupaten belu 00000072

informasi terbaru kabupaten belu 00000073

informasi terbaru kabupaten belu 00000074

informasi terbaru kabupaten belu 00000075

informasi terbaru kabupaten belu 00000076

informasi terbaru kabupaten belu 00000077

informasi terbaru kabupaten belu 00000078

informasi terbaru kabupaten belu 00000079

informasi terbaru kabupaten belu 00000080

informasi terbaru kabupaten belu 00000081

informasi terbaru kabupaten belu 00000082

informasi terbaru kabupaten belu 00000083

informasi terbaru kabupaten belu 00000084

informasi terbaru kabupaten belu 00000085

informasi terbaru kabupaten belu 00000086

informasi terbaru kabupaten belu 00000087

informasi terbaru kabupaten belu 00000088

informasi terbaru kabupaten belu 00000089

informasi terbaru kabupaten belu 00000090

informasi terbaru kabupaten belu 00000091

informasi terbaru kabupaten belu 00000092

informasi terbaru kabupaten belu 00000093

informasi terbaru kabupaten belu 00000094

informasi terbaru kabupaten belu 00000095

informasi terbaru kabupaten belu 00000096

informasi terbaru kabupaten belu 00000097

informasi terbaru kabupaten belu 00000098

informasi terbaru kabupaten belu 00000099

informasi terbaru kabupaten belu 00000100

informasi terbaru kabupaten belu 00000101

informasi terbaru kabupaten belu 00000102

informasi terbaru kabupaten belu 00000103

informasi terbaru kabupaten belu 00000104

informasi terbaru kabupaten belu 00000105

informasi terbaru kabupaten belu 00000106

informasi terbaru kabupaten belu 00000107

informasi terbaru kabupaten belu 00000108

informasi terbaru kabupaten belu 00000109

informasi terbaru kabupaten belu 00000110

informasi terbaru kabupaten belu 00000111

informasi terbaru kabupaten belu 00000112

informasi terbaru kabupaten belu 00000113

informasi terbaru kabupaten belu 00000114

informasi terbaru kabupaten belu 00000115

informasi terbaru kabupaten belu 00000116

informasi terbaru kabupaten belu 00000117

informasi terbaru kabupaten belu 00000118

informasi terbaru kabupaten belu 00000119

informasi terbaru kabupaten belu 00000120

informasi terbaru kabupaten belu 00000121

informasi terbaru kabupaten belu 00000122

informasi terbaru kabupaten belu 00000123

informasi terbaru kabupaten belu 00000124

informasi terbaru kabupaten belu 00000125

informasi terbaru kabupaten belu 00000126

informasi terbaru kabupaten belu 00000127

informasi terbaru kabupaten belu 00000128

informasi terbaru kabupaten belu 00000129

informasi terbaru kabupaten belu 00000130

article 48666670361

article 48666670362

article 48666670363

article 48666670364

article 48666670365

article 48666670366

article 48666670367

article 48666670368

article 48666670369

article 48666670370

article 48666670371

article 48666670372

article 48666670373

article 48666670374

article 48666670375

article 48666670376

article 48666670377

article 48666670378

article 48666670379

article 48666670380

article 48666670381

article 48666670382

article 48666670383

article 48666670384

article 48666670385

article 48666670386

article 48666670387

article 48666670388

article 48666670389

article 48666670390

article 48666670391

article 48666670392

article 48666670393

article 48666670394

article 48666670395

article 48666670396

article 48666670397

article 48666670398

article 48666670399

article 48666670400

article 48666670401

article 48666670402

article 48666670403

article 48666670404

article 48666670405

article 48666670406

article 48666670407

article 48666670408

article 48666670409

article 48666670410

article 58666670411

article 58666670412

article 58666670413

article 58666670414

article 58666670415

article 58666670416

article 58666670417

article 58666670418

article 58666670419

article 58666670420

article 58666670421

article 58666670422

article 58666670423

article 58666670424

article 58666670425

article 58666670426

article 58666670427

article 58666670428

article 58666670429

article 58666670430

article 58666670431

article 58666670432

article 58666670433

article 58666670434

article 58666670435

article 58666670436

article 58666670437

article 58666670438

article 58666670439

article 58666670440

article 58666670441

article 58666670442

article 58666670443

article 58666670444

article 58666670445

article 58666670446

article 58666670447

article 58666670448

article 58666670449

article 58666670450

article 58666670451

article 58666670452

article 58666670453

article 58666670454

article 58666670455

article 58666670456

article 58666670457

article 58666670458

article 58666670459

article 58666670460

article 58666670461

article 58666670462

article 58666670463

article 58666670464

article 58666670465

article 58666670466

article 58666670467

article 58666670468

article 58666670469

article 58666670470

article 58666670471

article 58666670472

article 58666670473

article 58666670474

article 58666670475

article 58666670476

article 58666670477

article 58666670478

article 58666670479

article 58666670480

article 58666670481

article 58666670482

article 58666670483

article 58666670484

article 58666670485

article 58666670486

article 58666670487

article 58666670488

article 58666670489

article 58666670490

article 58666670491

article 58666670492

article 58666670493

article 58666670494

article 58666670495

article 58666670496

article 58666670497

article 58666670498

article 58666670499

article 58666670500

article 58666670501

article 58666670502

article 58666670503

article 58666670504

article 58666670505

article 58666670506

article 58666670507

article 58666670508

article 58666670509

article 58666670510

news-1701