Scroll untuk baca Berita
BeritaTrending

Diduga PHK Sepihak, Karyawan PT Unggul Widya Teknologi Lestari Persoalkan Hak Cuti

×

Diduga PHK Sepihak, Karyawan PT Unggul Widya Teknologi Lestari Persoalkan Hak Cuti

Sebarkan artikel ini
Mainan, Eks karyawan PT Unggul Widya Teknologi Lestari (UWTL) yang beroperasi di Dusun Agri Baras, Desa Motu, Kecamatan Baras
Banner Polres

PASANGKAYU, SULBARTODAY – Seorang karyawan PT Unggul Widya Teknologi Lestari (UWTL) yang beroperasi di Dusun Agri Baras, Desa Motu, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat, mengaku mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak.

Karyawan bernama Mainar menuturkan bahwa persoalan bermula ketika dirinya menggunakan hak cuti tahun 2024 untuk pulang kampung karena menghadiri keluarga yang sedang berduka. Namun, saat kembali bekerja, ia terlambat masuk kerja selama satu hari.

Menurut Mainar, keterlambatan tersebut kemudian diajukan untuk dipotong dari hak cuti tahun 2025 yang masih dimilikinya.

“Saya sudah menghabiskan cuti tahun 2024 untuk pulang berduka karena ada keluarga yang meninggal. Saat kembali bekerja, saya terlambat masuk satu hari. Karena itu saya mengajukan permohonan agar satu hari tersebut dipotong dari cuti tahun 2025 yang masih saya miliki,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data, dirinya masih memiliki hak cuti tahun 2025 sebanyak 12 hari. Namun permohonan tersebut tidak disetujui oleh pihak manajemen.

“Di data cuti masih ada hak saya sebanyak 12 hari pada tahun 2025. Saya hanya meminta satu hari dipotong dari cuti tersebut untuk menutupi keterlambatan masuk kerja, tetapi pihak manajemen menyatakan hak cuti saya sudah tidak ada,” katanya.

Mainar mengaku telah berupaya meminta penjelasan terkait kebijakan tersebut karena merasa hak cutinya masih tercatat dan belum digunakan seluruhnya. Namun, menurutnya, perusahaan tetap berpegang pada keputusan bahwa dirinya tidak lagi memiliki hak cuti sebagaimana yang dia ajukan.

Tidak lama setelah persoalan itu, Mainar mengaku menerima surat pemutusan hubungan kerja dari perusahaan. Ia menilai keputusan tersebut merugikan dirinya karena berawal dari persoalan hak cuti yang menurutnya masih sah dan tercatat.

Menurut Mainar, proses PHK yang dilakukan perusahaan juga dinilai tidak sesuai prosedur ketenagakerjaan. Sebab, kata dia, tidak pernah ada surat peringatan yang diberikan sebelumnya.

“Setahu saya, secara prosedur biasanya ada tahapan peringatan, mulai dari SP1, SP2 hingga SP3, termasuk peringatan tertulis. Namun saya tidak pernah menerima tahapan itu. Saya langsung menerima surat pemutusan hubungan kerja,” ungkapnya.

Ia menyebut surat PHK yang diterimanya ditandatangani oleh General Manager perusahaan, Susilo Yudha Yano. Karena itu, ia menilai keputusan pemberhentian tersebut diambil secara sepihak tanpa melalui proses pembinaan dan peringatan sebagaimana yang diharapkannya.

“Yang saya pertanyakan sejak awal adalah hak cuti yang masih ada. Saya merasa dirugikan karena akhirnya diberhentikan dari pekerjaan,” tambahnya.

Menurut Mainar, upaya penyelesaian telah ditempuh melalui jalur mediasi ketenagakerjaan. Namun hingga kini belum ditemukan kesepakatan antara dirinya dan pihak perusahaan.

Ia juga mengaku sempat menerima tawaran penyelesaian dari perusahaan. Akan tetapi, dirinya merasa nilai yang ditawarkan belum sesuai dengan hak-hak yang seharusnya diterima berdasarkan perhitungan yang dilakukan bersama kuasa hukumnya.

Merasa PHK yang dialaminya tidak sesuai ketentuan, Mainar kemudian menunjuk kuasa hukum untuk memperjuangkan hak-haknya. Ia menilai pemberhentian tersebut dilakukan tanpa dasar yang jelas dan mengakibatkan kerugian bagi dirinya yang telah bekerja cukup lama di perusahaan.

Diketahui, Mainar mulai bekerja di PT Unggul Widya Teknologi Lestari pada Desember 2013. Selama masa kerjanya, ia mengaku telah beberapa kali dipindahkan ke berbagai bagian sesuai kebutuhan perusahaan. Awalnya, ia ditempatkan sebagai operator grading selama kurang lebih dua tahun. Selanjutnya dipindahkan ke bagian laboratorium selama satu tahun, kemudian ke bagian processing atau pengolahan selama dua tahun.

Setelah itu, Mainar kembali ditempatkan di bagian grading selama satu tahun sebelum dipindahkan ke bagian compound selama sekitar tujuh bulan. Ia kemudian kembali lagi ke bagian grading selama satu tahun dan selanjutnya ditempatkan kembali di bagian processing hingga tahun 2023. Setelah itu, ia dipindahkan ke bagian compound dan bertahan di bagian tersebut hingga menerima surat PHK pada tahun 2026.

“Menurut Mainar, selama lebih dari 12 tahun bekerja di perusahaan dan menempati berbagai bagian, dirinya tidak pernah menerima sanksi maupun surat peringatan atas pelanggaran kerja. Oleh karena itu, ia menilai keputusan pemutusan hubungan kerja yang berawal dari persoalan cuti tersebut sangat tidak wajar.”

Hingga saat ini, Mainar masih berupaya menempuh jalur hukum dan berharap persoalan yang dialaminya dapat memperoleh penyelesaian yang adil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak General Manager PT Unggul Widya Teknologi Lestari guna memperoleh klarifikasi dan tanggapan terkait permasalahan tersebut.

Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan keterangan dari salah satu pihak. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada manajemen PT Unggul Widya Teknologi Lestari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

news-1701

yakinjp

MAUJP

MAUJP

MAUJP

SATGASJITU

SLOT GACOR

SALAMJITU

SATGASJITU

SEMOGAJITU

SALAMJITU

Slot Gacor

MAUJP

Slot Gacor

SLOT GACOR

artikel 000000121

artikel 000000122

artikel 000000123

artikel 000000124

artikel 000000125

artikel 000000126

artikel 000000127

artikel 000000128

artikel 000000129

artikel 000000130

artikel 000000131

artikel 000000132

artikel 000000133

artikel 000000134

artikel 000000135

artikel 000000136

artikel 000000137

artikel 000000138

artikel 000000139

artikel 000000140

artikel 000000141

artikel 000000142

artikel 000000143

artikel 000000144

artikel 000000145

artikel 000000146

artikel 000000147

artikel 000000148

artikel 000000149

artikel 000000150

artikel 000000151

artikel 000000152

artikel 000000153

artikel 000000154

artikel 000000155

artikel 000000156

artikel 000000157

artikel 000000158

artikel 000000159

artikel 000000160

artikel 000000161

artikel 000000162

artikel 000000163

artikel 000000164

artikel 000000165

artikel 000000166

artikel 000000167

artikel 000000168

artikel 000000169

artikel 000000170

artikel 000000171

artikel 000000172

artikel 000000173

artikel 000000174

artikel 000000175

informasi terbaru kabupaten belu 00000056

informasi terbaru kabupaten belu 00000057

informasi terbaru kabupaten belu 00000058

informasi terbaru kabupaten belu 00000059

informasi terbaru kabupaten belu 00000060

informasi terbaru kabupaten belu 00000061

informasi terbaru kabupaten belu 00000062

informasi terbaru kabupaten belu 00000063

informasi terbaru kabupaten belu 00000064

informasi terbaru kabupaten belu 00000065

informasi terbaru kabupaten belu 00000066

informasi terbaru kabupaten belu 00000067

informasi terbaru kabupaten belu 00000068

informasi terbaru kabupaten belu 00000069

informasi terbaru kabupaten belu 00000070

informasi terbaru kabupaten belu 00000071

informasi terbaru kabupaten belu 00000072

informasi terbaru kabupaten belu 00000073

informasi terbaru kabupaten belu 00000074

informasi terbaru kabupaten belu 00000075

informasi terbaru kabupaten belu 00000076

informasi terbaru kabupaten belu 00000077

informasi terbaru kabupaten belu 00000078

informasi terbaru kabupaten belu 00000079

informasi terbaru kabupaten belu 00000080

informasi terbaru kabupaten belu 00000081

informasi terbaru kabupaten belu 00000082

informasi terbaru kabupaten belu 00000083

informasi terbaru kabupaten belu 00000084

informasi terbaru kabupaten belu 00000085

informasi terbaru kabupaten belu 00000086

informasi terbaru kabupaten belu 00000087

informasi terbaru kabupaten belu 00000088

informasi terbaru kabupaten belu 00000089

informasi terbaru kabupaten belu 00000090

informasi terbaru kabupaten belu 00000091

informasi terbaru kabupaten belu 00000092

informasi terbaru kabupaten belu 00000093

informasi terbaru kabupaten belu 00000094

informasi terbaru kabupaten belu 00000095

informasi terbaru kabupaten belu 00000096

informasi terbaru kabupaten belu 00000097

informasi terbaru kabupaten belu 00000098

informasi terbaru kabupaten belu 00000099

informasi terbaru kabupaten belu 00000100

informasi terbaru kabupaten belu 00000101

informasi terbaru kabupaten belu 00000102

informasi terbaru kabupaten belu 00000103

informasi terbaru kabupaten belu 00000104

informasi terbaru kabupaten belu 00000105

informasi terbaru kabupaten belu 00000106

informasi terbaru kabupaten belu 00000107

informasi terbaru kabupaten belu 00000108

informasi terbaru kabupaten belu 00000109

informasi terbaru kabupaten belu 00000110

informasi terbaru kabupaten belu 00000111

informasi terbaru kabupaten belu 00000112

informasi terbaru kabupaten belu 00000113

informasi terbaru kabupaten belu 00000114

informasi terbaru kabupaten belu 00000115

informasi terbaru kabupaten belu 00000116

informasi terbaru kabupaten belu 00000117

informasi terbaru kabupaten belu 00000118

informasi terbaru kabupaten belu 00000119

informasi terbaru kabupaten belu 00000120

informasi terbaru kabupaten belu 00000121

informasi terbaru kabupaten belu 00000122

informasi terbaru kabupaten belu 00000123

informasi terbaru kabupaten belu 00000124

informasi terbaru kabupaten belu 00000125

informasi terbaru kabupaten belu 00000126

informasi terbaru kabupaten belu 00000127

informasi terbaru kabupaten belu 00000128

informasi terbaru kabupaten belu 00000129

informasi terbaru kabupaten belu 00000130

article 48666670361

article 48666670362

article 48666670363

article 48666670364

article 48666670365

article 48666670366

article 48666670367

article 48666670368

article 48666670369

article 48666670370

article 48666670371

article 48666670372

article 48666670373

article 48666670374

article 48666670375

article 48666670376

article 48666670377

article 48666670378

article 48666670379

article 48666670380

article 48666670381

article 48666670382

article 48666670383

article 48666670384

article 48666670385

article 48666670386

article 48666670387

article 48666670388

article 48666670389

article 48666670390

article 48666670391

article 48666670392

article 48666670393

article 48666670394

article 48666670395

article 48666670396

article 48666670397

article 48666670398

article 48666670399

article 48666670400

article 48666670401

article 48666670402

article 48666670403

article 48666670404

article 48666670405

article 48666670406

article 48666670407

article 48666670408

article 48666670409

article 48666670410

article 58666670411

article 58666670412

article 58666670413

article 58666670414

article 58666670415

article 58666670416

article 58666670417

article 58666670418

article 58666670419

article 58666670420

article 58666670421

article 58666670422

article 58666670423

article 58666670424

article 58666670425

article 58666670426

article 58666670427

article 58666670428

article 58666670429

article 58666670430

article 58666670431

article 58666670432

article 58666670433

article 58666670434

article 58666670435

article 58666670436

article 58666670437

article 58666670438

article 58666670439

article 58666670440

article 58666670441

article 58666670442

article 58666670443

article 58666670444

article 58666670445

article 58666670446

article 58666670447

article 58666670448

article 58666670449

article 58666670450

article 58666670451

article 58666670452

article 58666670453

article 58666670454

article 58666670455

article 58666670456

article 58666670457

article 58666670458

article 58666670459

article 58666670460

article 58666670461

article 58666670462

article 58666670463

article 58666670464

article 58666670465

article 58666670466

article 58666670467

article 58666670468

article 58666670469

article 58666670470

article 58666670471

article 58666670472

article 58666670473

article 58666670474

article 58666670475

article 58666670476

article 58666670477

article 58666670478

article 58666670479

article 58666670480

article 58666670481

article 58666670482

article 58666670483

article 58666670484

article 58666670485

article 58666670486

article 58666670487

article 58666670488

article 58666670489

article 58666670490

article 58666670491

article 58666670492

article 58666670493

article 58666670494

article 58666670495

article 58666670496

article 58666670497

article 58666670498

article 58666670499

article 58666670500

article 58666670501

article 58666670502

article 58666670503

article 58666670504

article 58666670505

article 58666670506

article 58666670507

article 58666670508

article 58666670509

article 58666670510

news-1701