POLMAN, SULBARTODAY – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat Komisi III Bidang Pembangunan sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sulbar, Rahmat Ichwan Bahtiar, melaksanakan kegiatan reses di Lingkungan Ujung, Kelurahan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan reses tersebut berlangsung penuh keakraban dan antusiasme warga. Rahmat didampingi Lurah Polewali, Sekretaris Lurah, serta Kepala Lingkungan Ujung yang turut hadir bersama tokoh masyarakat dan warga setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmat menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk turun langsung mendengarkan kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan berbagai usulan warga dapat diperjuangkan sesuai kewenangan yang ada.

Menurutnya, jabatan yang diamanahkan masyarakat harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.
“Kita manfaatkan jabatan ini untuk masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan warga akan kita perjuangkan sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yang ada,” ujar Rahmat.
Tanggul Pantai Jadi Aspirasi Prioritas
Dalam dialog bersama warga, salah satu aspirasi yang mendapat perhatian adalah pembangunan tanggul pantai di kawasan pesisir Lingkungan Ujung.
Rahmat mengungkapkan bahwa usulan pembangunan tanggul tersebut sebenarnya sudah pernah diajukan sejak tahun 2023. Namun hingga saat ini belum terealisasi karena menjadi kewenangan Balai Wilayah Pesisir dan Laut.
Ia menjelaskan, pihaknya akan kembali mengawal usulan tersebut dengan berkoordinasi langsung kepada instansi terkait untuk mengetahui perkembangan dan kendala yang menyebabkan belum terealisasinya pembangunan tanggul.
“Kita akan datang langsung ke balai yang menangani wilayah pesisir dan laut untuk menanyakan bagaimana perkembangan usulan ini. Setahu saya usulan tersebut juga pernah diajukan oleh pemerintah kelurahan dan sudah masuk ke balai,” ujarnya.
Menurut Rahmat, pembangunan tanggul sangat mendesak karena kawasan tersebut berada di wilayah pesisir yang rentan terhadap abrasi dan gelombang laut.
“Ini perlu kita kawal karena daerah ini merupakan kawasan pesisir. Gelombang laut sewaktu-waktu bisa mengancam permukiman warga. Kalau tidak ada perlindungan, ombak bisa sampai ke rumah-rumah masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, mayoritas warga di kawasan Pantai Bahari dan Lingkungan Ujung menggantungkan hidup sebagai nelayan sehingga perlindungan kawasan pesisir menjadi kebutuhan yang sangat penting.
“Hampir seluruh masyarakat di sini bekerja sebagai nelayan. Karena itu, kebutuhan mereka harus mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah,” tambah Rahmat.
Selain pembangunan tanggul, warga juga menyampaikan aspirasi terkait bantuan sarana dan prasarana nelayan, seperti perahu katinting, alat tangkap ikan untuk menunjang aktivitas melaut.
Rahmat mengatakan usulan tersebut akan menjadi salah satu prioritas yang akan diperjuangkan melalui program pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
“Tadi juga ada usulan bantuan katinting serta alat tangkap ikan lainnya untuk nelayan. Mudah-mudahan melalui reses kali ini kita bisa membantu dan mengawal aspirasi tersebut agar mendapat perhatian pemerintah,” katanya.
Rogoh Kocek Pribadi Bantu Warga dan Masjid
Selain aspirasi pembangunan dan kebutuhan nelayan, warga juga menyampaikan kebutuhan fasilitas sosial berupa kursi untuk kegiatan kemasyarakatan serta bantuan pembangunan masjid.
Menurut warga, fasilitas kursi sangat dibutuhkan untuk berbagai kegiatan sosial, keagamaan, musyawarah warga, gotong royong hingga acara pernikahan.
Menanggapi hal tersebut, Rahmat menyatakan kesiapannya memberikan bantuan secara pribadi.
“Kalau yang bersifat pribadi dan memang sangat dibutuhkan masyarakat, insya Allah kita bantu sesuai kemampuan yang ada,” katanya.
Sebagai bentuk komitmennya, Rahmat berjanji akan memberikan bantuan 50 unit kursi untuk masyarakat Lingkungan Ujung menggunakan dana pribadi. Selain itu, ia juga akan membantu kebutuhan fasilitas masjid yang menjadi salah satu aspirasi warga.
“Nanti 50 kursi yang diusulkan di sini insya Allah kita bantu. Begitu juga bantuan pribadi untuk fasilitas masjid akan kita berikan karena memang sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkap Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulbar tersebut.
Warga yang hadir menyambut baik komitmen tersebut. Mereka menilai bantuan kursi akan sangat bermanfaat karena dapat digunakan secara bersama-sama dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Rahmat menegaskan bahwa selain memperjuangkan aspirasi melalui program pemerintah dan penganggaran daerah, dirinya juga berupaya membantu masyarakat melalui dana pribadi jika terdapat kebutuhan yang mendesak.
> “Kalau ada rezeki dan dana lebih, kenapa tidak kita berbagi untuk masyarakat. Yang terpenting bantuan itu bisa dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujarnya.
Rahmat menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan dicatat dan diperjuangkan melalui jalur yang tersedia, baik di tingkat pemerintah daerah maupun kementerian terkait.
Ia berharap berbagai kebutuhan masyarakat pesisir, mulai dari perlindungan pantai, bantuan nelayan, hingga fasilitas sosial dan keagamaan dapat segera terealisasi.
“Jabatan yang saya emban ini harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, setiap aspirasi yang masuk akan kita kawal dan perjuangkan semaksimal mungkin,” tutup Rahmat.
Kegiatan reses ditutup dengan sesi dialog dan penyerapan aspirasi warga yang berlangsung hangat. Berbagai usulan yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan Rahmat Ichwan Bahtiar di DPRD Provinsi Sulawesi Barat dalam mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Polewali Mandar. (*)





