POLMAN SULBARTODAY — Angin kencang disertai hujan deras menerjang permukiman warga di Dusun Gadde, Desa Tangnga-Tangnga, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Selasa (12/5/2026) malam.
Akibat peristiwa tersebut, tiga unit rumah warga mengalami kerusakan, satu di antaranya rusak berat.
Personel Polsek Tinambung yang dipimpin Kanit Binmas IPDA Muh. Saleh bersama Kanit Intel AIPDA Hariono dan tiga personel lainnya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan serta pendataan terhadap rumah warga yang terdampak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Tangnga-Tangnga Arsyad, S.Pd serta staf Kecamatan Tinambung Nahlia, SE.
Berdasarkan data di lapangan, rumah milik Burhanudin (43), seorang nelayan warga Dusun Gadde, mengalami kerusakan cukup parah pada bagian atap dapur dan ruang tengah rumah. Sementara dua rumah lainnya milik Sabriani (49) dan Mandar (42) mengalami kerusakan ringan.
Burhanudin mengaku saat kejadian dirinya sedang memperbaiki perahu di pinggir Sungai Mandar sekitar pukul 21.00 WITA. Tak lama kemudian hujan turun disertai angin kencang sehingga dirinya memilih berteduh di rumah keluarganya.
Saat kembali ke rumah sekitar pukul 22.30 WITA, ia mendapati atap rumahnya telah terlepas dan sejumlah perabot rumah tangga rusak akibat hujan dan terpaan angin.
Korban juga menyebut kejadian serupa sebelumnya pernah terjadi pada Januari 2026 saat musim barat, namun kala itu kerusakan hanya bersifat ringan.
Sekitar pukul 17.50 WITA, Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud bersama Camat Tinambung Muh. Rifai, S.IP turut meninjau langsung lokasi terdampak serta memberikan bantuan pribadi kepada korban.
Kapolsek Tinambung mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Polewali Mandar.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan yang disertai angin kencang. Personel Polsek Tinambung akan terus hadir membantu warga dan melakukan pemantauan di wilayah rawan bencana,” ungkapnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian materiel diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.







