BeritaTrending

Diterpa Isu Pembukaan Lahan Tambang Ilegal, Hasan Bado Pastikan Proyek untuk Kawasan Wisata

×

Diterpa Isu Pembukaan Lahan Tambang Ilegal, Hasan Bado Pastikan Proyek untuk Kawasan Wisata

Sebarkan artikel ini
H..Hasan Bado Pengeolah Kawasan Wisata "Sahabat"

POLMAN, SULBARTODAY — Pengembangan kawasan wisata alam terpadu yang terletak di desa Batetangnga kecamatan Binuang Kabupaten Polman tengah dilakukan di lahan seluas sekitar tiga hektar menuai perhatian masyarakat.

Isu yang beredar ditengah masyarakat menyebutkan bahwa aktivitas di lokasi tersebut merupakan pembukaan lahan untuk pertambangan. Namun, tudingan itu langsung dibantah oleh pengelolah H.Hasan Bado yang juga merupakan mantan anggota DPRD Sulbar periode 2014-2019.

Iklan Sulbar Today

Hasan Bado menegaskan bahwa kegiatan yang berlangsung di lokasi tersebut murni untuk pembangunan kawasan wisata yang recana diberi nama “kawasan wisata Sahabat”, bukan pertambangan.

Ia bahkan menilai kabar yang beredar justru memberikan dampak positif berupa promosi tidak langsung terhadap pembangunan kawasan wisata yang sedang dikembangkan.

“Kalau ada yang bilang ini tambang, saya justru bersyukur. Itu sama saja promosi gratis untuk kami,” ujarnya kepada awak media saat dikunjungi Kamis 16 April 2026.

Menurut mantan calon Bupati Polman itu proyek tersebut telah berjalan selama kurang lebih satu tahun dengan fokus utama pada penataan lahan. Kawasan tersebut dirancang menjadi destinasi wisata yang berbeda dari tempat lain, dengan menggabungkan konsep wisata alam dan fasilitas olahraga.

Rencananya, lokasi ini akan dilengkapi berbagai sarana seperti kolam renang dewasa berstandar internasional dengan luas 25×50 M lapangan olahraga, serta area rekreasi keluarga. Bahkan, kolam besar yang ada di kawasan tersebut dapat difungsikan sebagai lapangan serbaguna saat airnya dikeringkan.

Hasan juga menjelaskan bahwa penggunaan alat berat seperti eskavator di lokasi bukan untuk aktivitas tambang, melainkan untuk mendukung proses penataan lahan. Beberapa alat tersebut bahkan hanya diparkir di area proyek.

Ia mengajak masyarakat untuk melihat langsung kondisi di lapangan agar tidak terjadi kesalahpahaman. “Silakan datang dan lihat sendiri. Ini bukan tambang, ini kawasan wisata yang sedang kami bangun,” tegasnya.

Dengan konsep yang mengedepankan keindahan alam serta fasilitas yang lengkap, Hasan Bado berharap kawasan ini nantinya dapat menjadi destinasi unggulan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *