POLMAN, SULBARTODAY – Kondisi memprihatinkan masih dialami sebagian warga di Kabupaten Polewali Mandar. Salah satunya dialami Ibu Erminengsih, seorang janda dengan tiga orang anak yang tinggal di rumah sederhana berukuran sekitar 2,5 meter di Dusun Bulu Bawang, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali.
Dalam kesehariannya, Ibu Erminengsih menggantungkan hidup dari memungut kelapa jatuh milik tetangga. Penghasilan yang tidak menentu membuatnya kesulitan memenuhi kebutuhan dasar keluarga.
Pada kunjungan yang dilakukan, Anggota DPRD Sulawesi Barat, Irfan Pahri Putra bersama rombongan menyempatkan diri bersilaturahmi langsung ke kediaman Ibu Erminengsih. Selain melihat langsung kondisi tempat tinggal yang sangat terbatas, rombongan juga mengajak Ibu Erminengsih dan ketiga anaknya berbelanja kebutuhan sehari-hari di salah satu minimarket sebagai bentuk kepedulian.
Tak hanya itu, upaya konkret juga dilakukan dengan mengupayakan agar Ibu Erminengsih dapat bekerja pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Matakali, sebagai harapan untuk meningkatkan penghasilan keluarga.
Ibu Erminengsih diketahui belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah. Berdasarkan informasi yang dihimpun, hal tersebut disebabkan karena dirinya masuk dalam kategori desil 6 pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga tidak terdaftar sebagai penerima bantuan.
Menanggapi kondisi tersebut, Irfan Pahri Putra menyampaikan keprihatinan sekaligus kritik terhadap sistem pendataan yang dinilai belum sepenuhnya akurat.
“Kasus seperti ini tidak boleh terus terjadi. Kita melihat langsung kondisi Ibu Erminengsih yang jelas membutuhkan, namun tidak mendapatkan bantuan hanya karena persoalan kategori data. Ini harus segera diperbaiki,” tegasnya.
Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk segera melakukan pembenahan data DTSEN agar lebih tepat sasaran.
“Pemerintah harus turun langsung memastikan validitas data. Jangan sampai masyarakat yang benar-benar tidak mampu justru terlewatkan karena kesalahan pendataan,” tambahnya.
Sebagai langkah lanjutan, Irfan Pahri Putra juga melakukan koordinasi dengan pihak regional MBG Sulbar serta koordinator kecamatan MBG Matakali agar Ibu Erminengsih dapat segera dipekerjakan di salah satu dapur MBG di wilayah tersebut.
Kisah Ibu Erminengsih menjadi potret nyata bahwa masih ada warga yang hidup dalam keterbatasan, namun belum sepenuhnya tersentuh program bantuan sosial. Perbaikan sistem pendataan menjadi kunci agar keadilan sosial dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. (*)







