MAJENE, SULBARTODAY – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Desa Wisata Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu bertajuk “Fun Learning Activity Bahasa Jepang untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa dan Kreativitas Anak Sekolah Dasar” di SD Negeri No. 5 Tappagalung, Desa Lalatedzong, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, yakni pada 25, 28, dan 29 Juli 2026, dengan melibatkan siswa-siswi sekolah dasar sebagai peserta.
Program yang digagas dan menjadi tanggung jawab Regorius Bobi, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi Sastra Jepang Universitas Hasanuddin, tersebut dirancang untuk memperkenalkan bahasa sekaligus budaya Jepang kepada anak-anak melalui metode pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami.
Pada hari pertama dan kedua, peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar bahasa Jepang, mulai dari salam (aisatsu), perkenalan diri sederhana, hingga sejumlah kosakata yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Materi disampaikan melalui permainan edukatif dan praktik berbicara secara langsung. Metode tersebut membuat siswa lebih aktif berinteraksi sekaligus membantu mereka memahami dan mengingat kosakata bahasa Jepang dengan cara yang lebih menyenangkan.
Memasuki hari ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan seni melipat kertas atau origami, yang merupakan salah satu bentuk seni tradisional Jepang.
Regorius Bobi terlebih dahulu memberikan penjelasan singkat mengenai sejarah dan manfaat origami. Setelah itu, peserta diajak mempraktikkan pembuatan berbagai bentuk origami secara langsung.
Dalam proses praktik, mahasiswa KKN mendampingi peserta pada setiap tahapan. Selain mengenalkan budaya Jepang, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk melatih kreativitas, ketelitian, kesabaran, serta kemampuan motorik halus siswa.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Para siswa aktif bertanya, mencoba mengucapkan kosakata bahasa Jepang, hingga dengan bangga menunjukkan hasil karya origami yang mereka buat.
Suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan membuat peserta lebih percaya diri dalam mengenal bahasa serta budaya asing sejak usia dini.
Melalui program tersebut, Regorius Bobi berharap Fun Learning Activity Bahasa Jepang dapat menjadi pengalaman belajar yang berkesan bagi siswa-siswi SD Negeri No. 5 Tappagalung.
Ia juga berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan minat siswa untuk terus mempelajari bahasa dan budaya Jepang, sekaligus meningkatkan kreativitas, rasa percaya diri, dan semangat belajar mereka.
“Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah dan masyarakat untuk menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan menyenangkan bagi anak-anak,” demikian harapannya.Kalau ingin, saya juga bisa buatkan 7 judul berita alternatif yang lebih menarik dan bernuansa media online. (*)





