Scroll untuk baca Berita
BeritaTrending

Musancab DPAC PKB se-Kabupaten Polman Digelar, Fokus Konsolidasi Struktur Menuju Pemilu 2029

×

Musancab DPAC PKB se-Kabupaten Polman Digelar, Fokus Konsolidasi Struktur Menuju Pemilu 2029

Sebarkan artikel ini
Foto atas : Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulawesi Barat, KH. Muhammad Syibli Sahabuddin saat beri sambutan dalam kegiatan Musancab. Foto Bawah : Pose Bersama Ketua DPC PKB Polman, Dra. Hj. Jumiaty A. Mahmud, dengan Pengurus DPAC Se Kabupaten Polman
Banner Polres

POLMAN , SULBARTODAY — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PKB se-Kabupaten Polman, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang dilanjutkan dengan orientasi politik tersebut berlangsung di kediaman Ketua DPC PKB Polman, Dra. Hj. Jumiaty A. Mahmud. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda penataan dan konsolidasi struktur organisasi PKB hingga ke tingkat kecamatan dan ranting.

Musancab tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulawesi Barat, KH. Muhammad Syibli Sahabuddin, yang sekaligus memberikan sambutan serta arahan politik kepada jajaran pengurus dan peserta kegiatan.

Dalam arahannya, KH. Muhammad Syibli Sahabuddin menjelaskan bahwa penataan struktur organisasi hingga ke tingkat ranting merupakan bagian dari agenda nasional PKB yang ditargetkan rampung pada 2026.

Menurutnya, pelaksanaan Musancab di Polman menjadi tahapan penting dalam memastikan struktur organisasi PKB di tingkat kecamatan berjalan dengan baik.

“Pada hari ini kita melaksanakan musyawarah anak cabang untuk tingkat kecamatan. Setelah ini dilanjutkan dengan musyawarah di tingkat ranting,” ujarnya.

Ia menegaskan, penataan struktur harus diselesaikan pada 2026 sehingga pada 2027 seluruh jajaran PKB dapat mulai fokus menghadapi tahapan politik menuju Pemilu 2029.

“Di tahun 2027 tidak ada lagi berbicara struktur, karena pada saat itu kita sudah mulai berbicara tentang persiapan menuju Pemilu 2029,” katanya.

Syibli mengatakan, kepengurusan DPAC yang telah terbentuk nantinya akan diisi melalui proses evaluasi. Pengurus yang selama ini aktif akan dipertahankan, sementara struktur yang dinilai kurang aktif dapat dilakukan penyegaran atau pergantian.

“Yang memang aktif tetap kita pertahankan. Yang tidak terlalu aktif, kita melakukan perubahan pengurus di tingkat kecamatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Muhammad Syibli Sahabuddin juga menyinggung sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat serta peran PKB di dalam proses tersebut.

Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa PKB memiliki peran besar dalam perjalanan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat. Menurutnya, proses tersebut tidak terlepas dari komunikasi para tokoh dan ulama Sulawesi Barat dengan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur kala itu.

Syibli menceritakan, pada masa itu merupakan pemerintahan Presiden Gus Dur, sejumlah tokoh Sulawesi Barat melakukan pertemuan dan menyampaikan aspirasi mengenai pembentukan provinsi baru.

Menurut cerita yang disampaikannya, dalam proses tersebut para tokoh Sulawesi Barat menyepakati KH. Sahabuddin sebagai salah satu tokoh yang berkomunikasi dalam rangka memperjuangkan pembentukan Sulawesi Barat.

Ia juga mengisahkan sebuah percakapan mengenai alasan pentingnya pembentukan Sulawesi Barat. Menurutnya, ketika itu disampaikan bahwa pembentukan Sulawesi Barat diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat PKB di wilayah tersebut, sebagaimana perkembangan PKB di Jawa Timur.

Syibli menambahkan, meskipun pemerintahan Gus Dur kemudian berakhir dan dilanjutkan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, proses dan aspirasi pembentukan Sulawesi Barat tetap berlanjut hingga akhirnya provinsi Sulawesi Barat terbentuk.

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan posisi historis PKB sebagai partai yang lahir dari lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Partai Kebangkitan Bangsa didirikan oleh para ulama. Ini yang harus menjadi semangat kita bersama,” tuturnya.

Ketua DPC PKB Polman, Dra. Hj. Jumiaty A. Mahmud

Sementara itu , Ketua DPC PKB Polman, Dra. Hj. Jumiaty A. Mahmud, mengatakan seluruh 16 kecamatan di Kabupaten Polman telah mengikuti proses Musancab.

Ia menjelaskan, masing-masing kecamatan akan mematangkan struktur kepengurusan dengan jumlah 21 orang.

“Alhamdulillah hari ini ada beberapa rangkaian acara, mulai proses Musancab. Musancab itu musyawarah anak cabang. Di Polman ini ada 16 kecamatan dan semuanya sudah siap,” kata Jumiaty.

Menurutnya, agenda utama setelah terbentuknya kepengurusan DPAC adalah menjaga soliditas internal PKB, mulai dari tingkat DPC, DPAC hingga jajaran ranting.

“Yang paling menjadi program utama yaitu bagaimana PKB tetap solid,” ujarnya.

Selain konsolidasi organisasi, Jumiaty menyebut PKB Sulawesi Barat memiliki target politik menuju Pemilu 2029, yakni meningkatkan keterwakilan partai di tingkat nasional.

“Program khusus untuk kami di Sulawesi Barat yaitu bagaimana pecah telur di DPR RI, termasuk melalui Ketua DPW kami,” ungkapnya.

Terkait pengukuhan kepengurusan DPAC, Jumiaty mengatakan agenda tersebut akan dilaksanakan setelah seluruh rangkaian Musancab di sejumlah kabupaten di Sulawesi Barat selesai.

“Insyaallah dalam waktu dekat. Tim sementara akan berjalan ke kabupaten-kabupaten lain. Hari ini Polman yang pertama, besok Majene dan selanjutnya. Setelah itu baru kita lakukan pengukuhan,” jelasnya.

Ia berharap seluruh jajaran DPAC yang terbentuk dapat menjaga persatuan dan soliditas partai.

“Harapan kami sebagai pengurus dan sebagai orang PKB yaitu bagaimana kita menjadi PKB yang solid, PKB yang bersatu, PKB yang nomor satu. Karena tanpa bersatunya seluruh PAC, kami di DPC maupun DPW tidak punya arti apa-apa,” tegas Jumiaty.

Sekretaris DPW PKB Sulawesi Barat, Dr. Ahmad Al Yakin, S.Ag., M.Pd.

Selain itu, Sekretaris DPW PKB Sulawesi Barat, Dr. Ahmad Al Yakin, S.Ag., M.Pd., mengatakan pihaknya berharap proses pembentukan struktur DPAC PKB di Kabupaten Polman dapat tersusun dengan baik.

Ia menyebut setiap DPAC akan memiliki 21 anggota, dengan perhatian terhadap keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30 persen.

“Pada prinsipnya yang ingin kita bangun bersama adalah harapan. PKB ini didirikan oleh para ulama dan semangat itulah yang harus menjadi kekuatan kita bersama,” ujarnya.

Kegiatan Musancab dan orientasi politik tersebut turut dihadiri Ketua Tim Pembentukan Kepengurusan DPAC DPW PKB Sulawesi Barat Surgawan Askari, jajaran pengurus DPC PKB Polman, serta peserta orientasi politik dari seluruh DPAC PKB se-Kabupaten Polman.

Musancab tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi internal sekaligus mematangkan struktur organisasi PKB di Kabupaten Polman sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda politik menuju Pemilu 2029 dan Pilkada 2031.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *